Kisah Mereka yang Antre Kedinginan Hingga Bikin Tenda Demi Beli Tas Chanel

Eny Kartikawati - wolipop Selasa, 18 Jan 2022 07:30 WIB
Butik Chanel di Korea Selatan Foto: Dok. Chanel, AllKPop, YonhapNews, Getty Images
Jakarta -

Puluhan orang ini rela antre di tengah cuaca dingin sampai mendirikan tenda di depan butik Chanel, di Seoul, Korea Selatan. Semuanya dilakukan demi membeli Chanel. Bagaimana kisahnya?

"Aku sudah mengantre sejak pukul 08.00 semalam dan aku mendapatkan tiket nomer satu," ujar Lee, salah satu orang yang rela antre di depan butik Chanel yang berada di Shinsegae Department Store, Seoul.

Lee yang mengenakan jaket panjang dan selimut tebal, termasuk puluhan orang yang antre di depan butik Chanel. Suhu Seoul yang minus 13 derajat tidak menghalangi mereka untuk menunggu di depan butik.

Butik Chanel di Korea SelatanButik Chanel di Korea Selatan Foto: Dok. Chanel, AllKPop, YonhapNews, Getty Images

Ada sekitar 25 orang yang antre di depan butik Chanel yang berada di Shinsegae Department Store dan Lotte Department Store. Mereka menunggu hingga 14 jam dengan mendirikan tenda atau membawa kantong tidur.

Jumlah orang yang rela antre demi masuk ke butik Chanel ini akan bertambah seiring jam buka toko. Sekitar 30 menit sebelum toko Chanel buka, ratusan orang terlihat antre.

Orang-orang tersebut rela antre demi mendapatkan produk Chanel sebelum nantinya kehabisan. Dan alasan mereka sampai mendirikan tenda untuk menginap adalah karena mereka ingin menjadi 20 orang pertama yang bisa masuk ke dalam butik.

Butik Chanel di Korea SelatanButik Chanel di Korea Selatan Foto: Dok. Chanel, AllKPop, YonhapNews, Getty Images

Mereka yang rela antre bukan hanya kalangan usia muda. Ada juga Oh, pria 43 tahun yang mulai antre sejak pukul 21.00, demi bisa masuk ke butik Chanel keesokan harinya dan mendapatkan nomer urut dua.

"Aku datang ke sini untuk membeli tas Chanel untuk pacarku. Ini pertamakalinya bagiku antre di depan toko dan tidak mudah karena udara yang dingin," katanya.

"Aku sampai cuti bekerja dan antre. Aku pikir sekarang adalah waktunya barang mewah sedang murah karena harganya terus naik setiap hari. Jadi aku pikir ini akan jadi investasi yang baik karena bisa dijual lagi," ujarnya lagi.

Berdasarkan data dari lembaga penelitian Euromonitor, pasar barang mewah di Korea meningkat US$ 14,1 miliar atau sekitar 4,6%. Pandemi COVID-19 sama sekali tidak mempengaruhi atas permintaan barang mewah di Korea Selatan. Peningkatan pembelian barang mewah di kalangan usia 20-an dan 30-an, meningkat hingga 50%.

Apa yang membuat barang mewah seperti produk Chanel justru meningkat penjualannya di Korea Selatan? Seperti dikutip dari Bloomberg, pandemi COVID-19 menyebabkan pembatasan berpergian ke luar negeri sehingga orang lokal Korea mulai membeli tas atau sepatu branded dari butik yang ada di Korea Selatan.

Salah satu pembeli tas Chanel yang datang ke butik brand Prancis tersebut di Seoul mengatakan, produk yang dibelinya harganya terus naik. Jadi menurutnya dengan membeli tas sekarang, dirinya akan mendapat untung.

"Orang-orang semakin menginginkan Chanel karena meskipun mereka tidak mampu membelinya, barang yang ada sulit mendapatkannya," kata pembeli Chanel bernama Cho Eunbit.



Simak Video "Toko Chanel di Paris Dirampok Sekelompok Orang Bersenjata"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)