Di Balik Pesona Ulos: Tantangan Perajin dan Upaya Revitalisasi
Jika Jawa terkenal dengan batiknya yang sarat filosofi, dan Palembang mempunyai songket emasnya yang menawan, suku Batak di Sumatera Utara identik dengan kain ulosnya yang tak kalah memesona. Namun, ulos bisa terancam punah jika tidak segera dilakukan upaya revitalisasi serius yang melibatkan banyak pihak.
Seperti halnya batik atau songket, ulos termasuk salah satu wastra Nusantara yang sarat dengan nilai-nilai budaya. Tak heran bila pada 17 Oktober 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya menetapkan kain yang dibuat dengan teknik menenun ini sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Setahun kemudian, tanggal tersebut diresmikan sebagai Hari Ulos Nasional.
Terlepas dari pengakuan pemerintah, industri kerajinan ulos masih dibayangi sejumlah masalah yang menghambat usaha pelestariannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam diskusi budaya yang digelar secara virtual untuk merayakan Hari Ulos Nasional, Jumat (15/10/2021), Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyebut menurunnya minat partonun atau perajin ulos untuk menenun menjadi salah satu tantangan.
"Di Kabupaten Dairi, masalah yang sudah bertahun-tahun adalah para perajin kami hidupnya datar dari tahun ke tahun. Mereka hidup pra-sejahtera sehingga kami khawatir perajin akan meninggalkan profesi tersebut dan beralih ke sektor pertanian," ungkap Eddy.
Perajin kain ulos (Foto: Pradita Utama) |
Kesulitan perajin untuk mendapat sumber pendanaan juga disoroti Eddy. Menurutnya, banyak perajin berhenti berproduksi karena tak memiliki dukungan pembiayaan. "Bunga pinjaman yang tinggi sangat memberatkan perajin," katanya.
Tantangan lain adalah keterbatasan bahan baku. Di Dairi, para perajin mulai dibiasakan untuk menggunakan pewarnaan alami seperti mengkudu agar lebih ramah lingkungan. Hanya saja, perajin kerap kehabisan mengkudu karena proses tumbuhnya yang memakan waktu yang cukup lama.
Pelestarian ulos juga terkendala pemasaran. Selama ini, perajin masih bergantung pada tengkulak yang membuat mereka tak memiliki daya untuk menunjukkan produk berkualitas baik harus diimbangi dengan harga yang baik.
Program yang sudah dilanjakan sebagai solusi, salah satunya diversifikasi produk. Ulos yang tadinya hanya untuk seremoni adat dan ritual dikembangkan dengan desain yang baru tanpa meninggalkan unsur kearifan lokal. "Kami mengundang desainer untuk live-in dan memberikan pelatihan kepada perajin lokal," terang Eddy.
![]() Foto: Pradita Utama |
Pemerintah Kabupaten Diari turut dibantu oleh Tobatenun, perusahaan berbasis komunitas yang memiliki misi utama revitalisasi ragam tekstil nusantara yang hampir punah, khususnya ulos.
Sadar akan potensi ulos untuk dapat bersaing di pasar nasional maupun mancanegara, Tobatenun dengan kampanye budaya "Bangga Bertenun Bangga Berbudaya" mengadakan berbagai kegiatan seperti program pendampingan perajin tenun, memanfaatkan sumber daya alam untuk produksi tenun serta membuat sebuah platform distribusi tenun Sumatera Utara yang terkurasi melalui situs resminya.
"Kami berharap, melalui program kerja yang telah dan akan dilakukan dapat memperkuat ekosistem kain ulos dan para pelakunya. Serta melalui berbagai rangkaian program kerja Tobatenun terus berupaya untuk mendukung industri berbasis tradisi, budaya, dan komunitas," ujar Pendiri sekaligus CEO PT Toba Tenun Sejahtra Kerri Na Basaria.
Mengajak mitra strategis untuk bersama melestarikan ulos, Tobatenun sebelumnya juga telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker).
Foto: Pradita Utama |
Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta, Ditjen Binalavotas, dan PKK) dan Tobatenun berkomitmen memberdayakan para perajin ulos di Toba.
"Kerjasama antara Kemnaker dengan Tobatenun ini adalah perwujudan dari program perluasan kesempatan kerja yang dimiliki Kemnaker untuk melatih, membina dan manajemen pemasaran para perajin ulos di sekitar danau Toba. Kemenaker bersama Tobatenun merancang roadmap usaha yang dapat menguntungkan dan memberikan dampak kesejahteraan kepada UMKM Ulos" ujar Dita Indah Sari, Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan RI.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
Ashley Tisdale Curhat Soal Geng 'Ibu-ibu Toxic', Suami Hillary Duff Sindir Balik












































Perajin kain ulos (Foto: Pradita Utama)
Foto: Pradita Utama