Dipilih Dior Pasok Produk Tenun, Ini Cerita Inspiratif Kekean Wastra

Yudistira Imandiar - wolipop Minggu, 01 Agu 2021 21:58 WIB
IG Kekean Wastra Foto: IG Kekean Wastra
Jakarta -

Tahukah kamu, ada brand Indonesia yang dipercaya menjadi pemasok untuk Dior? Jika belum, yuk berkenalan dengan Kekean Wastra, brand fesyen asal Bali yang memproduksi tenun, batik, dan sebagainya.

Achmad Nur Hasim, owner Kekean Wastra bercerita di akhir tahun 2020 ia mendapatkan undangan dari Atase Perdagangan di Paris, Perancis untuk mengikuti kurasi dari brand Christian Dior. Kekean Wastra diminta menyiapkan sampel produk tenun untuk dinilai kualitasnya oleh pihak Dior.

"Kita diminta untuk mengirim sampel kemudian diuji oleh mereka. Dan Alhamdulillah dari (brand) yang sebelum-sebelumnya gagal di tahap kurasi, kita lulus uji. Kemudian berlanjut kita bicara framework," jelas Achmad yang akrab disapa Aam dalam acara Festival Ide Bisnis Xpora by BNI, Minggu (1/8/2021).

Setelah itu, Dior pun mengajukan pemesanan tenun ke Kekean Wastra. Aam bercerita, ia bersama tim harus bekerja dengan teliti dan cepat, karena waktu yang ditetapkan sangat terbatas. Di sisi lain, Dior menginginkan produk yang sempurna, tak boleh ada satu benang pun yang cacat.

Untungnya, kata Aam, ia dan tim sudah terbiasa bekerja dengan kedisiplinan tinggi. Sebab, sebelumnya Kekean Wastra yang merupakan salah satu UMKM Heroes BNI pernah menerima pesanan dari brand fesyen Jepang yang menuntut standar kualitas serupa.

"Jadi standarisasi di Jepang itu yang salah satunya menjadi standarisasi di Eropa. Karena untuk masalah pewarnaan di Eropa itu salah satunya mengikuti (standar) di Jepang, seperti ramah lingkungan, produknya harus tahan terhadap air, tahan gesekan, dan tahan luntur. Ini yang menjadi salah satu indikator produk-produk kita di bidang tekstil bisa bersaing di tingkat internasional," urai Aam.

Ia pun membagikan kiat-kiat bagi pengusaha fesyen di Indonesia untuk bisa menembus pasar Eropa. Poin paling krusial, kata Aam, kualitas produk harus dipastikan sempurna. Jika melakukan kesalahan sedikit saja, bisa menjadi fatal karena antar brand fesyen di Eropa memiliki hubungan yang dekat, sehingga citra kurang baik dari satu pemasok bisa langsung menyebar.

"Jadi ketika kita masuk ke sana, itu pasti kita langsung dikenal semua. Jadi satu aja yang kita supply pasti semua akan mendengar dan menyorot kita, kayak apa sih," ungkap Aam.

IG Kekean WastraIG Kekean Wastra Foto: IG Kekean Wastra

Berikutnya, Aam menyampaikan tren di Eropa berganti sangat cepat. Setiap 2 bulan, hampir pasti ada koleksi baru yang dibuat oleh brand fesyen.

"Itu adalah peluang untuk kita, bagaimana kita bisa menyuguhkan barang-barang handmade dari kita untuk disuplai ke mereka. Bukan barang-barang yang (diproduksi) di pabrik," sebut Aam.

"Bagaimana bisa memenuhi permintaan (produk handmade) yang begitu banyak dari mereka, ya dengan cara saya tadi dengan pemberdayaan. Semakin banyak orang yang terlibat itu tentunya semakin banyak yang dihasilkan. Dan ini semakin baik bagaimana kita memperluas pasar kita di internasional," lanjutnya.

Aam menegaskan, untuk bisa go global UMKM perlu terus berinovasi dalam pengembangan produknya. Selain itu, tingkatkan kualitas produk untuk memenuhi standar internasional. Jika prinsip tersebut dijalankan dengan baik, maka peluang ekspor sangat terbuka lebar.

Untuk mengetahui cerita inspiratif dari para Entrepreneur Heroes BNI lainnya, kamu bisa menyaksikan acara Festival Ide Bisnis Xpora by BNI yang masih berlangsung hingga 3 Agustus 2021 mendatang.

Acara ini bisa disaksikan pada pukul 13.00-14.30 WIB melalui streaming di detik.com/ide-bisnis-xpora. Yuk ikut dan dapatkan Ide Bisnis Ekspor yang Kreatif dari Para Entrepreneur Heroes BNI #EksporJadiMudah #UMKMGoGobal #SemangatBangkitdariCorona sponsored by BNI.



Simak Video "Cerita Tanaman Hias Hingga Kain Hasil Tangan Lokal yang Mendunia"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/eny)