Hari Batik Nasional, Ini 7 Jenis Batik untuk Pernikahan dan Maknanya

Tim Wolipop - wolipop Jumat, 01 Okt 2021 10:39 WIB
Batik untuk Keluarga Jokowi Pernikahan Kahiyang Ayu di Solo Jenis-jenis batik untuk pernikahan. (Foto: Odilia WS)
Jakarta -

Setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Tanggal tersebut dipilih setelah UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi pada 2 Oktober 2009.

Menurut situs UNESCO, teknik, simbolisme, dan budaya terkait batik dianggap melekat dengan kebudayaan Indonesia. Badan kebudayaan PBB itu juga menilai, masyarakat Indonesia memaknai batik dari prosesi kelahiran sampai kematian.

Filosofi kehidupan itu tersirat, salah satunya lewat motif-motif yang menghiasi setiap helai kain. Oleh karena itu, pemakaian kain batik perlu disesuaikan dengan peruntukkannya.

Seperti dalam halnya untuk pernikahan. Terdapat beberapa jenis batik yang dipakai dalam pernikahan, khususnya adat Jawa. Dalam rangka Hari Batik Nasional, berikut beberapa jenis batik untuk pernikahan beserta maknanya:

1. Sido Mukti

Batik untuk Keluarga Jokowi pernikahan Kahiyang Ayu di SoloFoto: Odilia WS

Kain motif sido mukti biasa dikenakan untuk pengantin. Sidomukti sebagai simbol pengharapan dan doa yang dituangkan dalam ornamen pengisi dan isen-isennya.

Mengenakan motif tersebut, diharapkan menjadi mukti atau kaya raya. "Tapi kayanya orang Jawa tidak cuma harta. Kayanya orang Jawa sebuah kekayaan dari batin, pikir, rasa karena orang Jawa yang pakai jarit sido itu bersikap luhur di badan, luhur di bumi yang saya pijak, luhur di sekeliling saya," ujar pakar batik H. Sugiyatna.


2. Sido Mulyo

Batik untuk Keluarga Jokowi Pernikahan Kahiyang Ayu di SoloFoto: Odilia WS

Seperti dilansir dari Infobatik.com, batik sido mulyo memiliki motif geometris yang membentuk bidak persegi. Masing-masing bidang diisi dengan berbagai motif, misalnya pohon, kupu-kupu dan motif garuda.

Batik motif ini digunakan untuk mempelai pada saat pernikahan. Motif ini memiliki makna agar kedua mempelai hidup bahagia, sejahtera dan dilimpahkan banyak rejeki sehingga pernikahannya langgeng.


3. Sido Luhur

Batik untuk Keluarga Jokowi Pernikahan Kahiyang Ayu di Solo Foto: Odilia WS

Motif batik sido luhur biasa dikenakan oleh pengantin wanita. Makna dari motif ini adalah, bahwa mempelai bermakna dari segi materi dan non materi di mana kedua mempelai dapat hidup berkecukupan dan keluhuran budi, tindakan, serta ucapan.

4. Truntum

Batik untuk Keluarga Jokowi Pernikahan Kahiyang Ayu di SoloFoto: Odilia WS

Motif ini serupa dengan visualisasi bintang. Dulu dikisahkan Pakubuwono III ingin memperistri selirnya agar memiliki keturunan sehingga membuat istrinya, Ratu Beruk sedih. Ratu Beruk pun pergi bertapa dan melihat bintang di langit. Ia pun melukis motif Truntum tersebut dengan penuh ketelatenan yang membuat raja mengurungkan niatnya menikah lagi dan mereka pun kembali hidup bahagia.

Motif ini umumnya dipakai para orangtua saat ingin menikahkan anaknya. Dalam batik Truntum terkandung makna soal cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang atau dalam bahasa Jawa disebut tumaruntum.

5. Sido Asih


Batik sido asih memiliki pola yang biasanya berupa gambar tumbuhan atau gunung, tempat berseminya tanaman. Batik motif sido asih ini juga dikenakan oleh mempelai wanita pada malam pesta pernikahan. Makna pengantin memakai motif sido asih adalah agar pasangan pengantin akan dilimpahi kasih sayang dan kebahagiaan selama pernikahan.

6. Motif Grompol

Grompol, is one of the motives Batik Jogjakarta, Grompol means united. Batik is often used during the wedding ceremony. Grompol is the expectation of good luck, happiness, offspring, living in harmony, and so on.Batik grompol. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Mukhlasin)


Motif batik ini sebenarnya adalah turunan dari motif ceplok. Dengan memakai motif ini, kedua mempelai di harapkan mendapatkan keberkahan dan masa depan yang cerah. Serta selalu mendapatkan berkah, memiliki banyak rezeki dan anak, hingga diliputi ketentraman, kerukunan, kesejahteraan, dan kedamaian.


7. Parang

Batik untuk Keluarga Jokowi pernikahan Kahiyang Ayu di SoloBatik parang untuk pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu. (Foto: Odilia WS)

Parang merupakan salah satu motif yang cukup populer. Namun menurut Ki Ronggojati Sugiyatno, pemilik Toko Busana Jawi Suratman, yang menjadi kepercayaan keluarga Presiden Joko Widodo untuk pernikahan Kahiyang Ayu pada 2017 lalu, motif bukan pilihan yang lumrah untuk pernikahan.


Pria sepuh yang akrab disapa Pak No itu mengatakan, sebenarnya motif parang pantang dipakai untuk pernikahan karena diyakini dapat membawa sial. "Boleh parang asal ada selingnya. Tujuannya untuk memaknai hubungan vertikal antara manusia dengan penciptanya," jelas Pak No kepada detikcom.

Demikian jenis-jenis batik untuk pernikahan. Selamat merayakan Hari Batik Nasional!



Simak Video "Cara Siswa SMP Ciamis Sambut Hari Batik Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)