Hidup Miris Penjahit Gaun Pengantin Kate Middleton, Tak Ada Uang Buat Makan

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 08 Des 2020 12:02 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 29:  TRH Prince William, Duke of Cambridge and Catherine, Duchess of Cambridge smile following their marriage at Westminster Abbey on April 29, 2011 in London, England. The marriage of the second in line to the British throne was led by the Archbishop of Canterbury and was attended by 1900 guests, including foreign Royal family members and heads of state. Thousands of well-wishers from around the world have also flocked to London to witness the spectacle and pageantry of the Royal Wedding.  (Photo by Chris Jackson/Getty Images) Pangeran William dan Kate Middleton di hari pernikahan mereka pada 2011. (Foto: Sean Gallup/Getty Images)
London -

Pandemi COVID-19 berdampak buruk bagi para pelaku usaha kecil, tanpa terkecuali penjahit yang pernah mengerjakan gaun pengantin Kate Middleton dan Meghan Markle. Ia bahkan terancam kehilangan tempat tinggal karena tak punya penghasilan lagi.

Chloe Savage memiliki sebuah workshop jahit dan sulam di Bristol, Inggris. Namun, usahanya tutup sejak wabah virus Corona merebak. Ia pun terpaksa memberhentikan semua karyawannya.

Tak ada pemasukan, hidup perempuan 43 tahun itu benar-benar miris. Ia kebingungan bagaimana cara menghidupi dua anaknya.

"Putriku sampai puasa makan siang dan malam karena pikirnya itu bisa menghemat biaya hidup kami," kata Chloe kepada Sunday Times seperti dikutip Mirror, Minggu (6/12/2020).

Bebannya semakin bertambah karena harus membayar biaya sewa rumah. Saat ini, tabungan yang tersisa hanya cukup untuk sewa satu bulan lagi.

LONDON, ENGLAND - APRIL 29: Prince William and his new bride Catherine Middleton walk down the aisle at the close of their wedding ceremony at Westminster Abbey on April 29, 2011 in London, England.  The marriage of Prince William to Catherine Middleton is being held in London today. The marriage of the second in line to the British throne is to be led by the Archbishop of Canterbury and will be attended by 1900 guests, including foreign Royal family members and heads of state. Thousands of well-wishers from around the world have also flocked to London to witness the spectacle and pageantry of the Royal Wedding.  (Photo by Dominic Lipinski - WPA Pool/Getty Images) Kate Middleton di hari pernikahannya dengan Pangeran William pada 2011. (Foto:Dominic Lipinski - WPA Pool/Getty Images)

Bantuan pemerintah menjadi harapan terakhir Chloe. Ia mengaku sudah empat kali mengajukannya, tapi selalu ditolak.

"Kenapa pemerintah menyiksa pemilik usaha kecil? Mereka selalu bilang bahwa usaha kecil adalah tulang punggung negara di masa krisis ini, tapi kami belum pulih sepenuhnya," ungkap Chloe.

Sebagai seorang penyulam andal, Chloe pernah mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam pengerjaan gaun pengantin Kate Middleton pada 2011. Gaun tersebut dirancang oleh Sarah Burton dari rumah mode Alexander McQueen.

Royal School of Needlework yang menghubunginya kala itu. Ia menandatangani Official Secrets Act yang melarangnya membahas proyek tersebut ke publik sebelum acara pernikahan.

Chloe kembali terlibat dalam royal wedding ketika Pangeran Harry akan menikahi Meghan Markle. Ia ikut menyulam veil untuk gaun pengantin Meghan karya Clare Waight Keller, desainer Givenchy kala itu.

WINDSOR, UNITED KINGDOM - MAY 19:  Prince Harry, Duke of Sussex and the Duchess of Sussex depart after their wedding ceremonyat St George's Chapel at Windsor Castle on May 19, 2018 in Windsor, England. (Photo by Jane Barlow - WPA Pool/Getty Images)Pangeran Harry dan Meghan Markle di hari pernikahan mereka pada 2018. (Foto: Jane Barlow - WPA Pool/Getty Images)
(dtg/dtg)