Kenzo Takada, Pendiri Brand Kenzo Meninggal Dunia karena Corona

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 05 Okt 2020 05:30 WIB
PARIS, FRANCE - JANUARY 22: Kenzo Takada attends the Jean-Paul Gaultier 50th Birthday Cocktail and Party at Theatre du Chatelet on January 22, 2020 in Paris, France. (Photo by Francois Durand/Getty Images For Jean-Paul Gaultier) Desainer Kenzo Takada meninggal dunia karena COVID-19. (Foto: Getty Images For Jean-Paul Gault/Francois Durand)
Paris -

Kenzo Takada yang dikenal sebagai pendiri brand fashion Kenzo meninggal dunia. Kenzo Takada tutup usia setelah terinfeksi virus Corona.

Kabar Kenzo Takada meninggal dunia ini dirilis oleh AFP. "Kenzo founder Kenzo Takada dies from Covid-19: spokesperson," demikian berita singkat dari kantor berita Prancis tersebut, Minggu (4/10/2020) malam.

Menurut AFP, juru bicara Kenzo menyampaikan bahwa Kenzo Takada meninggal dunia karena komplikasi penyakit COVID-19 setelah sempat dirawat di American Hospital of Paris. Desainer asal Jepang yang sukses meniti karier di Paris ini mengembuskan napas terakhirnya di usia 81 tahun.

Kenzo Takada lahir pada 27 Februari 1939 di Himeji, Prefektur Hyogo, Jepang. Orangtuanya memiliki bisnis hotel di sana.

Senang membaca majalah kakak perempuannya, Kenzo kecil mulai tertarik pada dunia fashion. Sempat mengecap studi hubungan internasional di Kobe City University sebelum akhirnya drop-out, Kenzo Takada lalu memberanikan diri untuk belajar fashion secara akademis di Bunka Fashion College, Tokyo.

PARIS, FRANCE - JUNE 23:  Kenzo Takada attends the Dior Homme Menswear Spring/Summer 2019 show as part of Paris Fashion Week on June 23, 2018 in Paris, France.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)Kenzo Takada (Foto: Getty Images/Pascal Le Segretain)

Kenzo Takada masuk Bunka pada 1958. Kala itu, sekolah fashion tersebut baru saja membuka pintu kelasnya bagi kaum pria untuk pertama kali. Kenzo termasuk mahasiswa yang berprestasi, terbukti ia memenangkan kompetisi fashion bernama Soen Award pada 1961.

Bakat Kenzo Takada semakin terasah ketika bekerja untuk sebuah department store bernama Sanai. Setiap bulannya, ia menghasilkan 40 desain pakaian wanita untuk toko tersebut.

Barulah pada 1964, Kenzo hijrah ke Paris demi mengejar impian untuk menjadi desainer sukses di kancah internasional. Bukan dengan pesawat, melainkan kapal yang memakan waktu perjalanan selama sebulan. Ini juga menjadi perjalanan pertamanya ke luar Jepang.

"Setelah lima bulan tinggal di Paris, saya mulai bikin sketsa dan menjual yang pertama ke teman (aktris) Brigitte Bardot yang kemudian membawanya ke Elle dan beberapa majalah lainnya," ungkap Kenzo Takada kepada situs The Face pada 2019 tentang pekerjaan pertamanya di Paris.

Singkat cerita, Kenzo Takada yang desainnya selalu penuh warna dan dramatis akhirnya meluncurkan brand Kenzo pada 1970. Sejak itu, jenama busana wanita tersebut terus berkembang dan mengekspansi produknya ke pakaian pria hingga produk parfum. Pria yang dikenal memiliki kepribadian jenaka dan murah senyum ini pun disebut-sebut sebagai salah satu desainer Asia tersukses di Paris.

Pada 1993, brand Kenzo resmi menjadi bagian LVMH setelah dibeli seharga US$ 80 juta. Enam tahun kemudian, Kenzo Takada mengumumkan pensiun dari brand yang didirikannya untuk fokus pada dunia seni. Ia kemudian mendirikan merek lifestyle K-3.

Kepergian Kenzo Takada hanya beberapa hari setelah koleksi Spring-Summer 2021 Kenzo karya desainer Felipe Oliveira Baptista diperagakan di Paris Fashion Week.

"Selamat jalan Maestro. Energi, kebaikan, talenta dan senyumannya yang luar biasa sangat menular. Semangatnya akan selalu hidup," tulis Felipe di Instagram.

Models wear creations for the Kenzo Spring-Summer 2021 fashion collection, Wednesday, Sept. 30, 2020, during Paris fashion week. (Photo by Vianney Le Caer/Invision/AP)Koleksi Kenzo Spring-Summer 2021. (Foto: Vianney Le Caer/Invision/AP/Vianney Le Caer)
(dtg/dtg)