Muji Ajukan Bangkrut, Penjualan Turun Akibat Pandemi Virus Corona
Muji jadi retailer terbaru yang mengajukan bangkrut di masa pandemi COVID-19. Brand yang menyediakan perlengkapan rumah, perangkat tulis, pakaian dan kosmetik minimalis ini mengaku ikut terkena dampak krisis virus Corona dan terpaksa mengambil keputusan tersebut.
Sepert dilansir CNN, perusahaan asal Jepang ini melayangkan pengajuan bangkrut Chapter 11. Sebuah langkah yang diambil untuk menyelamatkan perusahaan.
Proses ini merupakan bagian dari rencana besar Muji di Amerika Serikat yang akan beralih fokus ke penjualan online. CEO Muji Satoshi Okazaki mengakui bahwa penjualan brand yang didirikan sejak 1980 ini menderita dampak negatif dari merebaknya virus Corona terutama di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Muji telah merasakan efek buruk dari pandemi COVID-19 di toko retail, dan sebagai hasilnya akan mengambil kesempatan ini untuk memfokuskan usaha kami di Amerika Serikat pada pasar regional dan e-commerce," tulisnya dalam pernyataan yang dirilis Jumat (10/7/2020).
Muji juga menyatakan pengajuan bangkrut ini dilakukan agar perputaran keuangan dan pertumbuhan perusahaan tetap sehat, begitu juga dengan kesinambungan usaha. Perlu diketahui bahwa ketika sebuah perusahaan mengumumkan bangkrut bukan berarti tidak akan beroperasi kembali.
Baca juga: 9 Brand Fashion yang Bangkrut Sepanjang 2019 |
Banyak perusahaan yang mengajukan bangkrut untuk mengurangi utang, mentutup cabang-cabang toko yang kurang perform dari segi penjualan dan agar lebih fokus pada strategi yang lebih menguntungkan. Tak hanya mengajukan bangkrut, Muji juga akan menutup sebagian kecil tokonya di negeri Paman Sam.
Sebelumnya sejumlah retailer juga telah mengajukan bangkrut akibat pandemi COVID-19. Beberapa di antaranya J.Crew, JCPenney dan Brooks Brothers.
(hst/hst)










































