Hasil Riset Terbaru: Sepatu Bisa Jadi Carrier Virus Corona

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 13 Apr 2020 08:28 WIB
stinky hiking boot.Process of cleaning shoes Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 ternyata dapat tersebar melalui sol sepatu. (Foto: iStockphoto)
Jakarta -

Berbagai penelitian terus dilakukan untuk menggali lebih dalam tentang seluk-beluk virus Corona yang menyebabkan COVID-19. Teranyar, sebuah penelitian menyimpulkan bahwa virus Corona dapat tersebar melalui sol sepatu.

Berdasarkan studi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ditemukan kontaminasi virus Corona tingkat tinggi pada lantai serta sepatu tenaga medis di rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 di Wuhan, China.

Berjudul "Aerosol and Surface Distribution of Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 in Hospital Wards, Wuhan, China, 2020", penelitian tersebut menyoroti hasil tes swab dengan sampel yang diambil dari lantai ICU bangsal di rumah sakit Huoshenshan, Wuhan. Dari hasil tes tersebut, terungkap bahwa hampir 100 persen sampel positif terpapar virus Corona.

stinky hiking boot.Process of cleaning shoesIlustrasi (Foto: iStockphoto)


Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa hampir setengah dari sampel sol sepatu tenaga medis di rumah sakit tersebut positif terekspos virus Corona. Para peneliti lalu menyimpulkan bahwa, "Sol sepatu staf tenaga medis bisa saja menjadi carrier (virus Corona)."

Hasil riset tesebut lantas mengingatkan kita pada pentingnya kebersihan sepatu. Sejumlah langkah bisa kamu lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona melalui sepatu. Misal, tidak menggunakan sepatu atau sendal kotor di dalam rumah atau rutin membersihkan sepatu dengan disinfektan. (Selengkapnya bisa baca di sini)

Baru-baru ini, sebuah studi juga menyebut virus Corona menyebar melebihi jarak aman yang selama ini direkomendasikan. Virus Corona COVID-19 disebut menyebar sampai 4 meter jauhnya melebihi batas aman physical distancing.

Studi ini memeriksa sampel udara dari bangsal rumah sakit pada pasien Corona. Mereka pun mengatakan kalau sejumlah kecil virus yang ditemukan ini belum tentu berisiko menular.

stinky hiking boot.Process of cleaning shoes(Foto: iStockphoto)


Awal dari investigasi peneliti China ini dimuat pada Jurnal Emerging Infectious Disease dari CDC, Jumat (10/4/2020). Hasil penelitian ini membuat perdebatan panjang terkait dengan bagaimana virus Corona COVID-19 ditularkan.

Studi yang dipimpin oleh tim di Akademi Ilmu Kedokteran Militer, Beijing, menguji sampel permukaan dan udara dari unit perawatan intensif dan ruangan pasien Corona di Rumah Sakit Houshenshan di Wuhan. Ruangan tersebut menampung sebanyak 24 pasien antara 19 Februari dan 2 Maret.

Hasil menunjukkan virus Corona tersebut paling banyak ditemukan di lantai ruangan rumah sakit. "Mungkin karena gravitasi dan aliran udara yang menyebabkan sebagian besar tetesan virus jatuh ke lantai," kata peneliti tersebut dikutip dari AFP.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)