Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Brand Fashion Favorit Kate Middleton Terancam Bangkrut

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 03 Jan 2026 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 27: Catherine, Princess Of Wales visits the childrens mental health charity Anna Freud at the Anna Freud Centre on November 27, 2025 in London, England. (Photo by Geoff Pugh-WPA Pool/Getty Images)
Kate Middleton. Foto: Geoff Pugh-WPA Pool/Getty Images
Jakarta -

Kate Middleton dikenal sebagai salah satu influencer paling berpengaruh di dunia mode. Setiap busana yang dikenakannya kerap ludes terjual dan langsung jadi tren.

British Vogue bahkan baru-baru ini menjulukinya sebagai 'influencer abadi'. Namun tampaknya pengaruh besar sang Putri Wales tak cukup untuk menyelamatkan salah satu brand fashion favoritnya, LK Bennett, dari ancaman kolaps.

Brand fashion high street asal Inggris itu dilaporkan telah mengajukan permohonan kepada pengadilan Inggris untuk menunjuk seorang administrator, sebuah langkah yang biasanya diambil saat perusahaan berada di ambang kebangkrutan. Jika permohonan tersebut dikabulkan, LK Bennett akan menjadi ritel pertama di Inggris yang mengalami kolaps pada 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses administrasi ini akan menjadi kali kedua LK Bennett masuk ke fase serupa dalam enam tahun terakhir. Label yang kerap dikenakan Kate Middleton ini telah bekerja sama dengan firma konsultan Alvarez & Marsal untuk mencari calon pembeli baru.

Seperti dilansir WWD, keputusan pengadilan yang diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan berpotensi menempatkan sekitar 275 karyawan dalam risiko kehilangan pekerjaan. Selain itu, sembilan toko LK Bennett di Inggris juga terancam tutup.

ADVERTISEMENT

LK Bennett pertama kali masuk ke dalam administrasi pada 2019, setelah gagal menemukan investor. Saat itu, firma akuntansi EY ditunjuk sebagai administrator. Dalam sistem hukum Inggris, status ini setara dengan kebangkrutan di Amerika Serikat.

Awalnya, LK Bennett dikenal luas berkat sepatu kerja wanita dan pump klasik yang elegan. Seiring waktu, koleksi alas kakinya berkembang mencakup sepatu boot dan sandal, serta meluas ke kategori busana dan tas.

Brand ini kemudian dibeli oleh Byland UK, perusahaan yang dibentuk oleh Rebecca Feng, yang sebelumnya mengelola waralaba LK Bennett di China. Feng berhasil mengungguli sejumlah calon pembeli besar lainnya, termasuk Mike Ashley dari Frasers Group, Marks & Spencer, dan Next.

Berada di bawah kepemilikan Byland UK, LK Bennett sempat bangkit. Dipimpin oleh CEO Darren Topp, brand ini memperluas pasar ke Amerika Serikat melalui strategi digital-first pada 2023.

LK Bennett sendiri didirikan oleh Linda Bennett pada 1990 di Wimbledon, London, Inggris. Dia juga menjadi desainer sepatu yang dikenakan Ratu Camilla pada 2005, saat menikah dengan Raja Charles yang kala itu masih bergelar Prince of Wales.

Linda Bennett sempat mempertahankan 30 persen saham perusahaannya, sebelum menjual mayoritas saham kepada perusahaan ekuitas swasta Phoenix Equity Partners dan Sirius Equity pada 2008, dengan nilai transaksi yang dilaporkan mencapai 80 hingga 100 juta poundsterling. Pada 2017, Bennett membeli kembali perusahaannya, namun tak lama kemudian LK Bennett kembali masuk ke fase administrasi di tengah sulitnya kondisi ritel.

Kondisi kali ini pun tak jauh berbeda. Tak hanya LK Bennet, peritel di Inggris juga tengah menghadapi tekanan berat akibat tingginya pajak bisnis serta melemahnya daya beli konsumen yang dipengaruhi inflasi berkepanjangan.

CEO British Retail Consortium Helen Dickinson dalam pernyataannya menyebut bahwa kepercayaan konsumen masih berada dalam kondisi 'suram'.

"Ekspektasi belanja ritel terus menurun selama tiga bulan berturut-turut. Tantangan besar masih akan berlanjut di tahun mendatang," ujarnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads