Batik Asal Jakarta, Ini Bedanya Batik Marunda dari Kain Tradisional Lain

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 27 Sep 2019 18:30 WIB
Foto: Rahmi Anjani/Wolipop Foto: Rahmi Anjani/Wolipop

Jakarta - Pulau Jawa memiliki beragam kain batik, termasuk Batik Marunda dari Jakarta. Bisa dibilang baru, Batik Marunda mulai dibuat oleh ibu-ibu rusunawa Marunda empat tahun lalu. Kain tersebut memang belum terlalu populer karena produksinya juga masih sedikit. Meski begitu, Batik Marunda dianggap punya potensi karena motifnya yang menarik dan berbeda dari kebanyakan batik.

Batik Marunda awalnya dibuat untuk memberdayakan para warga rumah susun di daerah Marunda, Cilincing, Jakarta Utara yang sebelumnya tinggal di kawasan kumuh. Diinisiasi Iriana Jokowi ketika menjadi istri Gubernur DKI Jakarta, Batik Marunda diharapkan bisa membawa nilai ekonomi. Sejumlah ibu-ibu pun dilatih untuk bisa menjadi pembatik.

Batik Asal Jakarta, Ini Bedanya Batik Marunda dari Kain Tradisional LainFoto: Rahmi Anjani/Wolipop
"Kami menggalakkan pekerjaan tanpa meninggalkan tempat karena Marunda itu kan sangat jauh dari kota, bisa mengurangi biaya transportasi juga," ungkap Tati Santosa Gozali selaku Ketua Meek Foundation yang sejak awal mendampingi pelatihan Batik Marunda.

Sebagian besar desain Batik Marunda pun dirancang oleh Wendy Sibarani. Kemudian untuk pewarnaanya diserahkan kepada para pembatik. Hal tersebut adalah salah satu yang membuat Batik Marunda berbeda dari kebanyakan batik Jawa.

"Wendy Sibarani menyerahkan pewarnaan pada ibu-ibu Marunda supaya nggak dididikte 100%. Makanya warna-warnanya macam-macam karena dikerjakan dengan hari. Setiap piece-nya dikerjakan dengan hati. Setiap koleksi, tidak ada yang sama sehingga itu menantang para desainer," ungkap Mira Hadiprana dari Mira Hadiprana for Indonesia yang berkolaborasi dengan batik Marunda untuk fashion show 'Menyentuh Hati, Mengubah Hidup' di Plaza Indonesia, Jumat, (27/9/2019).

Batik Asal Jakarta, Ini Bedanya Batik Marunda dari Kain Tradisional LainFoto: Rahmi Anjani/Wolipop
Menurut Mira, Batik Marunda yang lebih seperti lukisan dibanding kain batik lainnya juga menjadi kelebihan lain. Dengan begitu, kain itu dapat dikolaborasikan dan diwujudkan menjadi banyak hal. Apalagi tak ada pakem tertentu yang membuatnya semakin bebas dipadu-padankan. "Ini seperti batik jaman now karena tidak ada restriction supaya kita bisa menonjolkan kekuatan kita," ungkap Mira.
Ada beberapa motif khas Batik Marunda, dua di antaranya adalah burung kipasan dan bunga bandotan. Kain itu pun berbeda dengan Batik Betawi yang kebanyakan bergambar Monas atau Tugu Nasional. Batik Marunda lebih banyak mengusung flora dan fauna khas Jakarta.

Dari 80 orang yang dilatih, dikatakan jika kini BatikMarunda dikerjakan 12-18 ibu-ibu yang terpilih secara alami. BatikMarunda yang dibuat secara manual itu pun dijual sekitar Rp 1,5 hingga Rp 1,7 jutaan. Kain tersebut bisa didapatkan di galeri batikMarunda.


Simak Video "Proses Membuat Batik Shibori Karya Warga Binaan Rutan Trenggalek"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)