Tampilkan Kalung Tali 'Gantung Diri', Burberry Jadi Kontroversi

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 20 Feb 2019 15:38 WIB
Foto: Dok. Vogue
London - Koleksi Burberry yang baru dipresentasikan di London Fashion Week mengundang kritik pedas. Kalung yang mirip tali untuk gantung diri menjadi pemicunya.

Kalung tersebut sesekali tampak menemani penampilan para model pria dan wanita yang berjalan di peragaan koleksi busana siap pakai Fall 2019. Terbuat dari tali, bentuknya menjuntai dengan ujung yang mirip seperti gelang.



Lewat Instagram, model Liz Kennedy menyebut kalung tersebut mirip tali yang biasa dipakai orang untuk gantung diri. "Bunuh diri bukanlah fashion," tulis dia sambil menyertakan nama akun Instagram Burberry dan sang perancang, Riccardo Tisci.

"Bunuh diri bukan sesuatu yang edgy atau glamor. Mengingat koleksi ini didedikasikan untuk konsumen yang lebih muda, maka aku harus berkomentar. Ini di luar akal pikiranku kenapa Riccardo Tisci dan timnya di Burberry membuat kalung ini dan menampilkannya di peragaan," lanjut akun tersebut.

Kritikan juga datang dari blogger fashion ternama, Bryan Boy. "Ada apa dengan, ya, desainer Italia...," tulis Bryan Boy dalam unggahannya di Twitter berupa foto layar tangkap tulisan @liz.kennedy tersebut. Baru beberapa bulan lalu, desainer Italia lainnya, Stefano Gabbana dari Dolce & Gabbana, dihujat di media sosial lantaran iklan rasialis yang menyinggung rakyat China jelang fashion show pertamanya di Shanghai.


[Gambas:Instagram]


Riccardo baru menjabat sebagai direktur kreatif rumah mode Inggris itu sejak Maret 2018 setelah pindah dari Givenchy. "Di Burberry, kamu bisa membeli busana yang sangat mewah, tapi di saat bersamaan, saya memastikan ada tracksuit yang bisa dibeli anak muda," ucap desainer langganan Kim Kardashian itu tentang koleksi terbarunya kepada Vogue.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka bunuh diri, terutama di kalangan anak muda, beberapa tahun terakhir cenderung meningkat. Secara global, setiap tahunnya lebih dari 800 ribu orang meninggal akibat bunuh diri atau satu kematian setiap 40 detik. Di negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan, tingkat percobaan bunuh dirinya lebih tinggi yaitu 12,7 per 100 ribu penduduk.

Untuk mengakses layanan konseling pencegahan bunuh diri, Kementerian Kesehatan mempersilakan masyarakat untuk mengakses nomor telepon gawat darurat (emergency) miliknya, yakni 119, bebas pulsa.

Lima rumah sakit juga disiagakan Kementerian Kesehatan untuk melayani panggilan telepon konseling pencegahan bunuh diri, yakni:
1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565
2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 8320467
3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841
4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601
5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444

Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam. (dtg/dtg)