Laporan dari Paris

Beban Moral Denny Wirawan Gelar Fashion Show di Paris

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 08 Jun 2018 10:33 WIB
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop Foto: Daniel Ngantung/Wolipop

Paris - Desainer Denny Wirawan akhirnya bisa bernapas lega. Peragaan koleksinya yang digelar pada malam pembukaan 'Batik for the World' di kantor pusat UNESCO di Paris, Prancis, Rabu (6/6/2018), berjalan lancar. Denny berhasil memukau para tamu dengan koleksi batik khas Kudus, Jawa Tengah.

Menggelar peragaan busana di luar negeri sebenarnya bukan barang baru bagi desainer anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) ini. Namun, untuk acara yang terlaksana berkat dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation itu, Denny merasakan tantangan tersendiri.

Beban Moral Denny Wirawan Gelar Fashion Show di ParisFoto: Daniel Ngantung/Wolipop


Baca Juga: Rancangan Batik 3 Desainer Indonesia Disambut Meriah Warga Paris

"Buat saya, pergelaran di luar negeri itu seperti beban moral karena membawa nama negara. Apalagi kali ini di UNESCO, yang tamunya banyak datang dari berbagai negara," kata Denny kepada Wolipop selepas peragaan.

Semakin menantang lagi, lanjut Denny, karena batik sudah cukup dikenal oleh masyarakat internasional. Apalagi, banyak negara yang memiliki seni batiknya sendiri, seperti India atau Thailand.

Namun, menurut Denny, batik Indonesia kaya akan filosofi sehingga membuatnya spesial dari batik negara lain. Adalah tugas Denny mengkomunikasikan keindahan batik lewat rancangannya di acara yang turut menampilkan koleksi rancangan Edward Hutabarat dan Oscar Lawalata itu.

Beban Moral Denny Wirawan Gelar Fashion Show di ParisFoto: Daniel Ngantung/Wolipop


Masih berkomitmen mengangkat batik khas Kudus, Denny mencoba menawarkan batik kepada dunia dengan cara yang berbeda. Untuk koleksi ini, ia mengeksplor motif-motif kuno khas Kudus berupa flora dan fauna yang jarang terekspos sebelumnya. Ada delapan busana yang ia suguhkan di hadapan sekitar 1000 tamu malam itu.

Dijelaskan Denny, rancangannya kali ini merupakan kelanjutan dari koleksi sebelumnya yang bertajuk 'Widuri'. Khususnya sekuen Ningrat yang khusus menampilkan deretan gaun malam. "Saya memilih gaun malam untuk menunjukkan keunikan dari batik itu sendiri. Karena selama ini, banyak orang yang nggak tahu kalau batik bisa untuk gaun malam," kata Denny.

Tampil sebagai pamungkas acara, koleksi pemilik label Bali Java ini sukses memukau para tamu. Salah satu busana yang mengundang decak kagum para tamu adalah gaun merah bersiluet outerwear yang tampil di awal peragaan.

Baca Juga: Pameran Batik for the World Disambut Meriah di Paris, Didatangi Ribuan Orang

Busana tersebut hadir dengan lengan bervolume serta material jacquard metalik nan berkilauan yang dihiasi motif batik. Uniknya, Denny mengaplikasikan motif batik tersebut dengan teknik bordir. Tepuk tangan tamu langsung menyambut model dangan look tersebut saat muncul di panggung.

Denny pun berharap, karyanya dapat lebih menggaungkan nama batik di panggung dunia. Juga menjadi harapannya bahwa pasar Eropa dapat menerima koleksinya secara positif sehingga dapat memberi nilai ekonomis bagi para perajin di Kudus.

Denny Wirawan Bangga Batik Tampil di Paris, cek videonya di sini:


(dng/kik)