Serba-serbi Tas Preloved
Ini Alasan Banyak Wanita Rela Beli Tas Branded Preloved
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 11 Nov 2016 09:35 WIB
Jakarta
-
Membeli item fashion bermerek dari tangan kedua menjadi alternatif bagi sebagian orang. Pasalnya, mereka tidak perlu merogoh kocek lebih dalam serta kualitas yang ditawarkan pun masih layak pakai.
Tas keluaran label ternama menjadi salah satu item fashion yang paling sering diburu para wanita. Mereka rela membelinya meskipun kondisinya sudah tidak baru lagi. Apa alasannya?
Dituturkan oleh Karen Widjaja selaku pemiliki butik Second Chance Bag, masyarakat Indonesia memiliki perilaku yang konsumtif dalam membeli sesuatu. Namun meski demikian, hal tersebut bisa menjadi suatu investasi yang bisa menguntungkan.
Contohnya, tas keluaran Hermes bisa mencapai harga Rp 80 juta saat dibeli dari tangan kedua dengan pemakaian kurang lebih satu tahun dan dalam kondisi yang bagus. Harga tersebut menjadi suatu investasi karena tas dari label ternama tetap memiliki nilai tersendiri yang tidak akan habisnya.
"Hermes itu tiap tahun dari counter-nya harganya selau naik. Jadi ini investasi yang bagus, apalagi kalau limited. Misalnya beli sampai Rp 100 juta, bisa dijual lagi lebih tinggi sekitar Rp 130 juta atau Rp 140 juta. Dibandingkan KW belinya Rp 5 juta atau 7 juta, tapi tidak ada resale value-nya," jelas Karen saat ditemui di butiknya di Wisma Sakura, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).
Selain itu, alasan lain orang gemar membeli tas branded preloved adalah dari sisi perilaku dan sifat orang yang memakainya. Ibu dua anak ini mengungkapkan ada orang yang cepat bosan dengan barang yang digunakannya, atau agak ceroboh dan kurang bisa merawat barang, maka dari itu ia lebih gemar membeli tas branded preloved dibandingkan dengan tas baru yang harganya cukup berbeda jauh.
Ditambahkan oleh Hadeer Soliman, pemilik toko preloved asal Dubai The Closet, selalu ada cara bagi orang-orang untuk memiliki tas mewah yang tidak bisa didapatkannya dengan mudah. "Mereka merasa ada keinginan untuk membelinya dan fashion menjadi hal yang penting di dalam hidup mereka serta ingin mengikuti tren, bagaimanapun caranya. Sehingga kami menghadirkan opsi yang lebih murah," tutur Hadeer seperti dikutip dari The National.
Bagi mereka yang tidak memiliki bujet lebih untuk membeli barang branded, preloved menjadi salah satu alternatif mudah yang ditawarkan. Terlebih lagi, harganya yang masih terjangkau membuat orang rela membelinya meskipun harus menyicilnya sampai satu tahun.
"Rata-rata orang menghabiskan AED4000 (Rp 14 jutaan) untuk membeli barang preloved. Mereka biasanya tidak memiliki uang tunai dan lebih suka melakukan cicilan 12 bulan," katanya lagi.
(itn/ami)
Tas keluaran label ternama menjadi salah satu item fashion yang paling sering diburu para wanita. Mereka rela membelinya meskipun kondisinya sudah tidak baru lagi. Apa alasannya?
Dituturkan oleh Karen Widjaja selaku pemiliki butik Second Chance Bag, masyarakat Indonesia memiliki perilaku yang konsumtif dalam membeli sesuatu. Namun meski demikian, hal tersebut bisa menjadi suatu investasi yang bisa menguntungkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hermes itu tiap tahun dari counter-nya harganya selau naik. Jadi ini investasi yang bagus, apalagi kalau limited. Misalnya beli sampai Rp 100 juta, bisa dijual lagi lebih tinggi sekitar Rp 130 juta atau Rp 140 juta. Dibandingkan KW belinya Rp 5 juta atau 7 juta, tapi tidak ada resale value-nya," jelas Karen saat ditemui di butiknya di Wisma Sakura, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).
Selain itu, alasan lain orang gemar membeli tas branded preloved adalah dari sisi perilaku dan sifat orang yang memakainya. Ibu dua anak ini mengungkapkan ada orang yang cepat bosan dengan barang yang digunakannya, atau agak ceroboh dan kurang bisa merawat barang, maka dari itu ia lebih gemar membeli tas branded preloved dibandingkan dengan tas baru yang harganya cukup berbeda jauh.
Ditambahkan oleh Hadeer Soliman, pemilik toko preloved asal Dubai The Closet, selalu ada cara bagi orang-orang untuk memiliki tas mewah yang tidak bisa didapatkannya dengan mudah. "Mereka merasa ada keinginan untuk membelinya dan fashion menjadi hal yang penting di dalam hidup mereka serta ingin mengikuti tren, bagaimanapun caranya. Sehingga kami menghadirkan opsi yang lebih murah," tutur Hadeer seperti dikutip dari The National.
Bagi mereka yang tidak memiliki bujet lebih untuk membeli barang branded, preloved menjadi salah satu alternatif mudah yang ditawarkan. Terlebih lagi, harganya yang masih terjangkau membuat orang rela membelinya meskipun harus menyicilnya sampai satu tahun.
"Rata-rata orang menghabiskan AED4000 (Rp 14 jutaan) untuk membeli barang preloved. Mereka biasanya tidak memiliki uang tunai dan lebih suka melakukan cicilan 12 bulan," katanya lagi.
(itn/ami)
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singka
Fashion
Hijab Sering Melorot? 3 Rekomendasi Ciput Ini Bikin Hijab Lebih Nempel dan Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Lebih Bebas Gerak! Pilih Bra Tank Tanpa Kawat yang Tepat Agar Aktivitas Harianmu Jadi Lebih Nyaman
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
2
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
3
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
4
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
5
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
MOST COMMENTED











































