Desainer Lokal Go International

Yang Membuat Wardah Tertarik Dukung Desainer Lokal di Dunia Internasional

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 23 Sep 2016 16:05 WIB
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Jakarta - Berbagai pihak swasta turut mendukung misi desainer Indonesia dalam mengenalkan karyanya ke dunia internasional. Salah satunya adalah brand kosmetik lokal Wardah. Meski berkecimpung di dunia kecantikan, namun Wardah tetap mendukung para desainer untuk bisa mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.

Elsa Maharani selaku Public Relations Wardah mengatakan, sebagai industri kecantikan, Wardah tidak hanya berfokus terhadap dunia kosmetik saja. Mereka ingin masuk ke dalam semua lini kehidupan, salah satunya adalah industri fashion Indonesia yang tengah booming dengan modest fashion.

"Wardah berkomitmen untuk mendukung Indonesia menjadi kiblat busana muslim dunia pada 2020. Aksi nyatanya dengan memberikan dukungan kepada desainer nasional yang ingin go international. Supportnya macam-macam, tentu ada support materi, moril, dan sumber daya manusia," tutur Elsa saat dihubungi Wolipop, Kamis, (22/9/2016).

Dukungan sumber daya manusia yang dimaksud berupa makeup artist, fotografer, atau videografer untuk mengabadikan momen-momen penting saat sang desainer melakukan fashion show di luar negeri. "Tetapi tidak semua tim turun tangan. Kami lihat dulu siapa yang berangkat. Jika desainer itu sejalan dengan visi misi Wardah, kita fully support. Atau mungkin hanya kita dukung dalam bentuk materi dan difasilitasi makeup artist ," lanjut Elsa lagi.

Bentuk dukungan lainnya yang diberikan wardah adalah menyelenggarakan konferensi pers terkait keberangkatan desainer tersebut ke luar negeri. Secara langsung, Wardah membantuk desainer sebagai wadah untuk menyebarkan berita kepada para media.

Belum lama ini, Wardah pun memberikan dukungan secara materi dan sumber daya manusia kepada tiga desainer Indonesia, yakni Irna Mutiara, Deden Siswanto, dan Monica Jufry. Ketiganya tengah mengadakan fashion show di Belgia yang bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Belgia.

Lantas bagaimana syaratnya jika ada desainer yang ingin mendapatkan sponspor dari Wardah? Wanita yang menjadi PR di Wardah sejak 2011 menekankan jika dia haruslah seorang yang berprestasi dan sejalan dengan visi misi Wardah.

"Karakternya dia juga harus cocok dengan Wardah. Visi misinya jelas. Kalau niatnya baik pasti kita dukung. Dan yang jelas dia harus bisa memberikan pengaruh terhadap brand Wardah sendiri, apakah brandingnya jadi lebih bagus, desainernya bisa mengenalkan Wardah ke lingkungan internasional, atau dari hasilnya seperti yang kami harapkan," kata Elsa sebelum mengakhiri perbincangan.
(itn/itn)