Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Setelah Syal Ivanka Trump, Giliran Kaus Givenchy Ditarik dari Pasaran

Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 11 Apr 2016 16:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dominique Charriau/Getty Images
Jakarta - Untuk kedua kalinya dalam minggu ini, sebuah brand fashion terpaksa harus menarik produknya karena materialnya yang mudah terbakar.

Setalah syal Ivanka Trump, sekarang giliran kaus pria Givenchy. U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC), lembaga yang mengawas keamanan produk konsumen Amerika Serikat, memerintahkan penarikan tiga kaus Givenchy, 5 April lalu. Terbuat dari sutra, kaus tersebut tidak memenuhi standar Federal Flammability Standard.

Dikabarkan USmagazine.com, kaus itu merupakan bagian dari koleksi Spring-Summer 2016 karya sang direktur kreatif, Riccardo Tisci. Hadir dalam tiga pilihan gaya, yakni bergaris, kotak-kotak, dan bergambar penyaliban Isa Almasih, kaus itu dijual seharga US$ 685 - US$ 1.350. Selain di butik Givenchy, para pembeli juga bisa mendapatkanya di beberapa department store papan atas seperti Barneys New York, Neiman Marcus, dan Nordstrom sejak dilansir Februari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Kendati sudah diwanti bahwa kaus tersebut berbahaya, sejumlah department store dikabarkan masih menjualnya. Barney dan Bergdorf Goodman misalnya masih menerima pre-order untuk kaus keluaran rumah mode yang bermarkas di Paris itu.

CPSC mengimbau konsumen untuk segera mengembalikannya dan melakukan refund. Kabarnya, Givenchy akan mengontak langsung para pembeli kaus tersebut untuk menginformasikan imbauan tersebut. Sampai saat ini, tercatat sudah 60 kaus yang terjual.

Jumlah tersebut berbanding jauh dari jumlah syal Ivanka yang mencapai 20.000 buah. Dikabarkan pekan lalu, CPSC, terpaksa mengeluarkan aturan untuk segera menarik 20.000 syal yang terdiri dari dua pilihan gaya itu.

Setelah melalui rangkaian uji kualitas, terungkap syal yang terbuat dari bahan rayon tersebut berisiko membahayakan konsumen sebab mudah terbakar.

"Ini adalah produk yang berbahaya," kata Scott Wolfson, jurubicara CPSC kepada Telegraph. Diketahui produk tersebut adalah buatan China.

Pihak Ivanka Trump sendiri menyatakan sangat menyesali kejadian tersebut dan berjanji akan segera mengatasinya. "Kami memastikan masalah ini akan segera teratasi," ujar perwakilan dari label tersebut.

(dng/dng)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads