Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ketika Puisi Cinta Mengilhami Koleksi Busana Mel Ahyar

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 03 Des 2015 07:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Jakarta -

Dunia tengah dalam kemelut peperangan. Perseteruan terjadi di mana-mana. Banyak korban yang tidak bersalah berjatuhan. Semuanya mustahil terjadi jika ada cinta. Cinta membawa kedamaian.

Begitulah pesan yang desainer Mel Ahyar sampaikan dalam presentasi koleksi teranyar dari lini pertamanya, Mel Ahyar Couture, di IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia) Trend Show 2016, Rabu (2/12/2015) malam.

Berlangsung di sebuah ruang serba putih bernama Qubicle, tempat para desainer IPMI menyuguhkan koleksinya, presentasi Mel malam itu bukan seperti biasanya. Tidak ada panggung catwalk atau pencahayaan yang terang benderang di peragaan bertema 'Verse' itu. Sangat sendu. Lantunan tabla, instrumen khas India, beserta suara merdu wanita India, mengiringi langkah model.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembari musik melantun dan model melangkah, muncul penggalan-penggalan puisi cinta dari para pujangga lintas generasi yang diproyeksikan ke dinding putih yang membelakangi para model.

"Cinta kita berdua tak bermakna jika tak menjalarkan cinta pada sesama," begitu penggalan puisi dari Dhandhanggula Sidoasih karya Sudjiwo Tedjo. Disusul lagi penggalan puisi lainnya dari Rendra, Dewi Lestari, dan Chairil Anwar. Semuanya tentang cinta.

"Kenapa cinta? Karena dunia saat ini sudah hectic oleh berita-berita tentang peperangan. Lewat koleksi ini, saya ingin mengajak masyarakat untuk hening sejenak, merasakan cinta yang membawa damai," kata desainer lulusan ESMOD Jakarta itu.

Itu mengapa Mel memilih musik beraliran instrumental India serta pencahayaan yang minim untuk membangun mood para tamu.

"Musik India itu terdengar romantis sekaligus mistis. Sementara pencahayaan sengaja lebih minim supaya suasana semakin romantis sehingga pesan bisa lebih tersampaikan kepada para tamu," ujar Mel.

Selain itu, lanjut Mel, para tamu dapat lebih fokus menikmati busana yang ditampilkan. Kali ini, Mel menyuguhkan 12 gaun dalam sapuan
palet putih dan nude yang berhiaskan motif abstrak dengan sentuhan motif floral nan feminin.

Adapun dari segi material utama, desainer favorit para selebriti kondang ini banyak bermain dengan sutra, organdi, dan tulle silk. Di tangan dingin Mel, material itu menjadi gaun-gaun berpotongan femimin. Beberapa di antaranya dilengkapi dekorasi cape yang kian menambahkan keanggunan gaun tersebut.

Puisi cinta yang mengilhaminya juga Mel tuangkan dalam dekorasi berupa aplikasi berbahan akrilik yang motifnya merupakan buah kolaborasi Mel dengan enam ilustrator muda asal Indonesia.

"Karena motifnya terinspirasi dari puisi, jadi bentuknya agak abstrak. Cukup sulit membentuknya dari material akrilik," kata wanita 34 tahun itu. Dekorasi akrilik itu tampak menghiasi bagian belakang dan bawah gaun.

Begitu rumitnya, membentuk akrilik sesuai pola motif saja membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Sementara pembuatan koleksi secara keseluruhan memakan waktu hingga tiga bulan.

Sekali lagi, Mel berhasil mengombinasikan sebuah karya yang berkualitas dengan sebuah presentasi yang tidak hanya mengesankan tetapi juga menggugah emosi para tamu.



(dng/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads