Ketika Puisi Cinta Mengilhami Koleksi Busana Mel Ahyar
Dunia tengah dalam kemelut peperangan. Perseteruan terjadi di mana-mana. Banyak korban yang tidak bersalah berjatuhan. Semuanya mustahil terjadi jika ada cinta. Cinta membawa kedamaian.
Begitulah pesan yang desainer Mel Ahyar sampaikan dalam presentasi koleksi teranyar dari lini pertamanya, Mel Ahyar Couture, di IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia) Trend Show 2016, Rabu (2/12/2015) malam.
Berlangsung di sebuah ruang serba putih bernama Qubicle, tempat para desainer IPMI menyuguhkan koleksinya, presentasi Mel malam itu bukan seperti biasanya. Tidak ada panggung catwalk atau pencahayaan yang terang benderang di peragaan bertema 'Verse' itu. Sangat sendu. Lantunan tabla, instrumen khas India, beserta suara merdu wanita India, mengiringi langkah model.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cinta kita berdua tak bermakna jika tak menjalarkan cinta pada sesama," begitu penggalan puisi dari Dhandhanggula Sidoasih karya Sudjiwo Tedjo. Disusul lagi penggalan puisi lainnya dari Rendra, Dewi Lestari, dan Chairil Anwar. Semuanya tentang cinta.
"Kenapa cinta? Karena dunia saat ini sudah hectic oleh berita-berita tentang peperangan. Lewat koleksi ini, saya ingin mengajak masyarakat untuk hening sejenak, merasakan cinta yang membawa damai," kata desainer lulusan ESMOD Jakarta itu.
Itu mengapa Mel memilih musik beraliran instrumental India serta pencahayaan yang minim untuk membangun mood para tamu.
"Musik India itu terdengar romantis sekaligus mistis. Sementara pencahayaan sengaja lebih minim supaya suasana semakin romantis sehingga pesan bisa lebih tersampaikan kepada para tamu," ujar Mel.
Selain itu, lanjut Mel, para tamu dapat lebih fokus menikmati busana yang ditampilkan. Kali ini, Mel menyuguhkan 12 gaun dalam sapuan
palet putih dan nude yang berhiaskan motif abstrak dengan sentuhan motif floral nan feminin.
Adapun dari segi material utama, desainer favorit para selebriti kondang ini banyak bermain dengan sutra, organdi, dan tulle silk. Di tangan dingin Mel, material itu menjadi gaun-gaun berpotongan femimin. Beberapa di antaranya dilengkapi dekorasi cape yang kian menambahkan keanggunan gaun tersebut.
Puisi cinta yang mengilhaminya juga Mel tuangkan dalam dekorasi berupa aplikasi berbahan akrilik yang motifnya merupakan buah kolaborasi Mel dengan enam ilustrator muda asal Indonesia.
"Karena motifnya terinspirasi dari puisi, jadi bentuknya agak abstrak. Cukup sulit membentuknya dari material akrilik," kata wanita 34 tahun itu. Dekorasi akrilik itu tampak menghiasi bagian belakang dan bawah gaun.
Begitu rumitnya, membentuk akrilik sesuai pola motif saja membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Sementara pembuatan koleksi secara keseluruhan memakan waktu hingga tiga bulan.
Sekali lagi, Mel berhasil mengombinasikan sebuah karya yang berkualitas dengan sebuah presentasi yang tidak hanya mengesankan tetapi juga menggugah emosi para tamu.
(dng/ami)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN











































