Rayakan Hari Batik, Denny Wirawan Rilis Koleksi Terbaru dengan Batik Kudus
Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 30 Sep 2015 19:16 WIB
Jakarta
-
Setelah sukses menggelar show tunggal menggunakan batik bertema 'Pasar Malam' pada awal September lalu, desainer Denny Wirawan kembali merilis koleksi terbaru di penghujung bulan ini. Koleksi tersebut masih menjadi bagian dari tema 'Pasar Malam' namun kali ini dikemas lebih ready to wear.
Denny mengatakan koleksi yang ditampilkan ini berbeda dengan rancangan yang ditawarkan di show tunggalnya. Masih tetap bermain dengan batik Kudus, anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia itu memilih potongan yang lebih simpel dan bisa dipakai sehari-hari karena memang ditujukan untuk anak muda. Tak hanya itu, koleksinya juga memiliki beragam ukuran seperti S, M, atau XL.
"Temanya sama masih 'Pasar Malam' bedanya kalau yang kemarin itu ada yang memang eksklusif cuma ada satu ukuran dan satu baju, kalau yang ini tersedia lengkap ukurannya mulai dari XS, S, hingga L ada di sini," tutur Denny saat berbincang di Alun-alun Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).
Denny mengeluarkan 12 set busana wanita dan 4 set pakaian pria. Potongan seperti outerwear yang didesain dari batik Kudus kemudian dimodifikasi dengan material print membuat penampilan batiknya terlihat stylish dan elegan. Ada pula terusan serta rok asimetris untuk tampil feminin. Sedangkan untuk warna, tampak lebih bold dengan palet dasar hitam yang kontras dengan paduan warna terang. Namun di antara koleksinya, Denny tetap menyelipkan batik bernuansa pastel agar terkesan lebih klasik dan feminin.
Pria 47 tahun itu juga bermain dengan bordir seperti pada beberapa rancangannya yang dilengkapi hiasan anggrek di bagian lengan. Ia menuturkan bahwa anggrek merupakan salah satu tanaman khas Kudus. Maka dari itu, motif anggrek menjadi salah satu pilihan untuk mempercantik rancangannya.
"Saya mengombinasikan batik asli dan digital print agar bisa menarik kaum mudanya. Saya memadukan batik ini dengan digital print terinspirasi dari elemen-elemen yang terdapat di Kudus. Misalnya batik Kudus ini terkenal dengan motif beras tumpah, terinspirasi dari itu aku buat beras tumpah yang diperbesar dengan digital print dan dikombinasikan sama batik ini. Ada juga bordir kayak bunga anggrek itu yang jadi khas dari daerah Kudus," tambahnya.
Denny mengaku sangat berhati-hati ketika memotong batik agar tidak mengubah filosofinya. Oleh sebab itu, ia lebih suka mengombinasikannya dengan hasil digital printing agar rancangannya terlihat lebih modern dan urban. Target pasar kali ini bukan hanya wanita dewasa dan profesional tapi juga para anak muda.
Sang desainer pun mengungkakan ia menggunakan beragam batik untuk koleksi ready to wear kali ini. Mulai dari yang seluruhnya dibuat dengan batik tulis, kombinasi dengan cap, serta perpaduan print. Belum lagi ditambah detail manik-manik yang menghiasi beberapa potong pakaian hasil karyanya.
Koleksi yang masuk dalam label busana etnik 'Balijava' itu dipamerkan di Alun-alun Indonesia mulai hari ini, Rabu (30/9/2015) hingga 19 Oktober 2015. Anda pun dapat membelinya secara langsung tanpa pemesanan selama pameran yang digelar. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 10 juta, tergantung material batik yang dipakai dan juga desainnya.
(ays/asf)
Denny mengatakan koleksi yang ditampilkan ini berbeda dengan rancangan yang ditawarkan di show tunggalnya. Masih tetap bermain dengan batik Kudus, anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia itu memilih potongan yang lebih simpel dan bisa dipakai sehari-hari karena memang ditujukan untuk anak muda. Tak hanya itu, koleksinya juga memiliki beragam ukuran seperti S, M, atau XL.
"Temanya sama masih 'Pasar Malam' bedanya kalau yang kemarin itu ada yang memang eksklusif cuma ada satu ukuran dan satu baju, kalau yang ini tersedia lengkap ukurannya mulai dari XS, S, hingga L ada di sini," tutur Denny saat berbincang di Alun-alun Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).
Denny mengeluarkan 12 set busana wanita dan 4 set pakaian pria. Potongan seperti outerwear yang didesain dari batik Kudus kemudian dimodifikasi dengan material print membuat penampilan batiknya terlihat stylish dan elegan. Ada pula terusan serta rok asimetris untuk tampil feminin. Sedangkan untuk warna, tampak lebih bold dengan palet dasar hitam yang kontras dengan paduan warna terang. Namun di antara koleksinya, Denny tetap menyelipkan batik bernuansa pastel agar terkesan lebih klasik dan feminin.
Pria 47 tahun itu juga bermain dengan bordir seperti pada beberapa rancangannya yang dilengkapi hiasan anggrek di bagian lengan. Ia menuturkan bahwa anggrek merupakan salah satu tanaman khas Kudus. Maka dari itu, motif anggrek menjadi salah satu pilihan untuk mempercantik rancangannya.
"Saya mengombinasikan batik asli dan digital print agar bisa menarik kaum mudanya. Saya memadukan batik ini dengan digital print terinspirasi dari elemen-elemen yang terdapat di Kudus. Misalnya batik Kudus ini terkenal dengan motif beras tumpah, terinspirasi dari itu aku buat beras tumpah yang diperbesar dengan digital print dan dikombinasikan sama batik ini. Ada juga bordir kayak bunga anggrek itu yang jadi khas dari daerah Kudus," tambahnya.
Denny mengaku sangat berhati-hati ketika memotong batik agar tidak mengubah filosofinya. Oleh sebab itu, ia lebih suka mengombinasikannya dengan hasil digital printing agar rancangannya terlihat lebih modern dan urban. Target pasar kali ini bukan hanya wanita dewasa dan profesional tapi juga para anak muda.
Sang desainer pun mengungkakan ia menggunakan beragam batik untuk koleksi ready to wear kali ini. Mulai dari yang seluruhnya dibuat dengan batik tulis, kombinasi dengan cap, serta perpaduan print. Belum lagi ditambah detail manik-manik yang menghiasi beberapa potong pakaian hasil karyanya.
Koleksi yang masuk dalam label busana etnik 'Balijava' itu dipamerkan di Alun-alun Indonesia mulai hari ini, Rabu (30/9/2015) hingga 19 Oktober 2015. Anda pun dapat membelinya secara langsung tanpa pemesanan selama pameran yang digelar. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 10 juta, tergantung material batik yang dipakai dan juga desainnya.
(ays/asf)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singka
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
2
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
3
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
4
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
5
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
MOST COMMENTED











































