Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Foto: Koleksi Monokrom yang Modern dari Label Lokal, Mazuki

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 20 Mar 2015 16:54 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Moh. Abduh/ Wolipop
Jakarta - Hitam dan putih, dua warna yang tak akan pernah bosan menjadi tren dalam musim apapun. Palet monokrom yang selalu ada di hati para desainer dunia, seperti Alexander Wang, Chanel, Armani, dan juga desainer lokal negeri sendiri. Di Indonesia, warna ini menjadi favorit banyak desainer muda yang umumnya menawarkan rancangan ready to wear bergaya edgy, dan ingin memperlihatkan teknik potongan yang unik. Begitupun untuk seorang desainer muda lokal, Miranda Mazuki yang baru saja merilis labelnya di Jakarta, Kamis lalu. Seperti apa Mazuki mengartikan monokrom dan minimalisme dari sudut pandangnya?

1. Comfortable Solitude

Memulai karier fashion profesional di usia muda, 21 tahun, Miranda Mazuki menggambarkan kesendiriannya di kota yang asing dalam koleksi bertajuk Comfortable Solitude. Gambaran itu pun dituangkan dalam warna-warna monokrom seperti hitam, putih, biru gelap dan juga krem.

2. Monokrom

Atas pemilihan warna monokrom, desainer lulusan sekolah mode Fashion Institute of Design & Merchandising, di Los Angeles itu memiliki alasannya tersendiri.

"Aku memakai monokrom karena aku ingin fokus pada desain yang konstruktif. Jika aku memakai banyak warna justru akan menutupinya," ujar Miranda saat peluncuran labelnya, Mazuki di Casa Domaine Marketing Gallery, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2015).

3. Pria dan Wanita

Belum banyak desainer muda yang merancang busana untuk wanita dan pria secara langsung di koleksi pertamanya. Umumnya desainer hanya fokus menampilkan koleksi untuk pria ataupun wanita, kemudian membuat lini kedua untuk mengakomodir busana untuk salah satunya. Namun Miranda, ia merilis koleksi untuk busana pria dan wanita yang keduanya memiliki persamaan estetik, yaitu minimalis dengan sentuhan detail dalam warna monokrom.

4. Desain

Koleksi tampil edgy dengan detail unfinished cutting, cutout ataupun konstruksi bahan dan lipatan. Apa yang ingin ditonjolkan Miranda adalah tekstur bahan dan teknik potongan konstruktif, yang membuat rancangannya memiliki karakter tersendiri.

5. Material

Potongan busana yang terstruktur tak lepas dari pemilihan bahan yang juga memiliki konstruksi tegas, seperti egyptian cotton, silk dan campuran wool untuk memberi kenyamanan saat dipakai. Pemilihan bahan berkualitas menjadi fokus Mazuki, yang diakuinya didapatkan secara impor.

"Aku perlu melakukan penelitian lagi untuk memakai kain lokal. Tantangannya adalah menemukan material dalam kualitas yang baik. Di sini, harganya sangat mahal," ujar desainer yang pernah magang di berbagai brand dunia ternama, seperti YSL dan Opening Ceremony.

(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads