Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Debut Desainer John Galliano Beri 'Drama' Pada Koleksi Maison Margiela

Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 14 Jan 2015 15:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Maison Martin Margiela
Jakarta -

Kerinduan para pecinta mode akan karya penuh drama John Galliano terobati di tahun ini. Desainer Inggris yang ternyata menunjukkan dirinya sebagai seorang yang rasis di tahun 2011 itu kembali berkarya sebagai creative director rumah mode ternama Belgia, Maison Martin Margiela.

Sahabat John di industri mode pun tampak mendukung karya perdana desainer 54 tahun ini untuk Maison Martin Margiela. Sejumlah desainer dan selebriti mengisi deretan front row seperti Kate Moss dan suaminya, Jamie Hince, Jefferson Hack, Manolo Blahnik, creative director Burberry, Christopher Bailey dan pemilik Net-A-Porter, Natalie Massenet hadir di sana.

Koleksi couture menjadi awal yang baik untuk memulai kembali debut pengagum Hitler ini di industri mode dunia. Potongan busana serta detail yang kaya tetap menjadi fokus dari mantan creative director Dior ini. Rumah mode itu menamakan koleksi terbarunya dengan ungkapan 'Artisanal'. Menghadirkan sisi flamboyan John dalam DNA eksentrik brand Belgia yang chic.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koleksi terdiri atas rok pendek emas dengan tassel hitam yang dipadu bersama jaket berstruktur, dihiasi aksesori dari mulai bulu dan stoking dengan warna kontras untuk kanan dan kirinya. Adapun gaun merah berbahan velvet, mantel yang memiliki ornamen aneh di bagian depan, jubah-jubah panjang, dan beberapa sentuhan klasik dari setelan blazer bergaya androgyny.

John menyelipkan sisi quirky yang kreatif dengan mengirim model memakai topeng dari kain, berhias ornamen batuan, payet dan juga kaca. Tak hanya di wajah, namun juga menghiasi bagian dada dari gaun merah ruffle yang dikenakan model.

Gebrakan tak hanya terjadi di panggung runway. Dengan John Galliano yang kini menggawangi label itu, ia 'membuang' nama Martin dan kini brand yang mengambil nama dari desainer penemunya tersebut, berubah menjadi Maison Margiela.

Perubahan tampak berjalan mulus bagi Galliano dan Margiela. Pihak Maison Martin Margiela pun telah melakukan konfirmasi penggantian nama itu pada Senin (12/1/2015). Creative director baru dan nama baru tak hanya mengubah dunia Margiela.

Sebelumnya, label asal Prancis, Yves Saint Laurent menghilangkan kata 'Yves' yang kini menjadi Saint Laurent Paris setelah dipegang oleh creative director Hedi Slimane. Perubahan nama yang kemudian menjadi kontroversi itu pun tampil pertamakalinya dalam koleksi Spring/Summer 2013, tak jauh berselang ketika Hedi Slimane diangkat sebagai kepala desainernya.

Kehadiran John menggantikan desainer dan juga penemu Maison Martin Margiela yang meninggalkan brand itu sejak 2009. Desainer Margiela sebelumnya terkenal sangat low-profile dan jarang memberikan wawancara. Setelah ditinggalkan sang desainer, label avant-garde itu dijalankan oleh tim desain tanpa creative director.

Seperti yang diungkap presiden dari grup Only the Brave (OTB) yang menaungi label Belgia itu, Renzo Rosso, ini adalah titik balik bagi Maison Martin Margiela. Mereka melakukan hal yang sangat ironis, menggantikan desainer yang paling 'kasat mata' dengan Galliano yang menyita perhatian. Show pertama Galliano untuk brand Maison Martin Margiela itu ditampilkan di Men's Fashion Week di London. Keputusan ini sangat tepat mengingat industri fashion yang sedang lesu pembeli dan penurunan drastis penjualan majalah-majalah fashion dunia yang memuat karya inggil mereka.

(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads