Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Drama 4 Bunga dalam Karya Mel Ahyar, Billy Tjong, Andreas Odang & Hian Tjen

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 23 Okt 2014 17:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa Safiera/Wolipop
Jakarta - Siapa tak terpana akan keindahan bunga? Tanpa peduli gender, baik wanita ataupun pria, pesona bunga seolah memberi keindahan tersendiri yang begitu menenangkan hati dalam gaya berbusana. Dalam perputaran roda industri mode sekalipun, inspirasi bunga telah hadir sebagai motif wajib di tiap musim mulai dari Spring/Summer hingga Fall/Winter. Setidaknya motif yang konsisten hadir dalam koleksi desainer ternama dunia seperti Oscar de la Renta atau Dolce & Gabbana.

Bunga pun menjadi inspirasi dari empat desainer kenamaan Indonesia di koleksi terbaru kini, seperti Mel Ahyar, Billy Tjong, Andreas Odang dan Hian Tjen. Keempatnya menampilkan koleksi dalam aksentuasi floral. Tentunya floral dihadirkan dalam gaya dan DNA masing-masing desainer.

Keempat desainer masing-masing menampilkan 6 set koleksi hasil kolaborasi dengan produk perawatan kecantikan asal Jepang, SK-II. Empat variasi botol FTE baru SK-II yang mendapat sentuhan grafis bunga ala desainer Taiwan, Po-Chih Huang, direpresentasikan secara berbeda oleh para desainer kebanggaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mel Ahyar dengan inspirasi dari botol FTE hitam bergambar bunga Cypress hijau. Desainer lulusan Esmod Jakarta itu setia dengan ciri khas bordiran di atas kain sheer menerawang, dengan sentuhan ala wanita Spanyol kali ini. Sisi feminin nan misterius ditampilkan oleh sang desainer lewat berbagai terusan berpotongan minimalis berhias tempelan dan bordir bunga warna-warni di atasnya.

Di antaranya dibuat sebagai shift dress atau atasan tanpa lengan dengan efek dramatis dari bahan sheer memanjang sebagai aksentuasi. Dari 5 gaun dari koleksi ready to wear deluxe yang dipamerkan, Mel menyelipkan satu setelan celana dan outer yang tetap tampil dalam warna dasar hitam mengikuti benang merah koleksi.

"Saya melihat karakter dari cypress hijau berkarakter bijaksana yang agak seperti saya. Koleksinya strong, bold tapi tetap kelihatan kasual. Saya terinspirasi dari painting embroidery, Spanyol-Gotik," ujar Mel sebelum memamerkan karya terbarunya di White Cube, Bazaar Fashion Festival, Jakarta Convention Center, Kamis (23/10/2014).

Seperti yang disampaikan Mel, karyanya kali ini menggabungkan hasil digital printing berupa detail ilustrasi lukisan car air dari bunga dengan bordiran tangan dan manik-manik sebagai penghiasnya.

Beda desainer, lain pula gambaran mereka akan inspirasi bunga lainnya. Adalah Billy Tjong yang kali ini mengangkat warna ungu dari bunga Hortensia sebagai tema utama. Diungkap sang desainer, ungu merupakan warna yang jarang dipakai olehnya sehingga jadi tantangan tersendiri untuk bermain dan menentukan gradasi warna yang akan dipilih.

Billy kali ini kembali mengeluarkan ciri khas rancangannya dengan gaun-gaun bridal dan juga ready to wear deluxe. Ciri yang dibawanya pada saat memulai karier di tahun 2003 silam; baru di tahun 2012, Billy keluar dari zona amannya dan memberi sentuhan lebih segar dalam cutting bergaya kasual di koleksi bertajuk "Potrait." Koleksi ready to wear dengan teknik digital printing yang dibawa Billy Tjong hingga saat ini.

Di area White Cube, Billy mempresentasikan enam gaun mewah dalam gradasi warna ungu. Dua di antaranya tampil dalam siluet ball gown. Tiga lainnya hadir dalam potongan fit badan, menampilkan siluet wanita yang anggun dalam material lace ataupun satin silk dan sutra Italia. Seolah menggambarkan bunga hortensia yang menjadi inspirasinya, kain tulle pun dibuat dalam teknik layer dengan detail yang bertumpuk dalam satu kesatuan busana. Billy pun tak mau melepaskan ciri digital printingnya yang telah dimainkannya sejak 2 tahun lalu di koleksi kali ini. Gaun terakhirnya menampilkan rupa dari bunga hortensia namun dibuat dramatis dengan petikan puisi cinta romantis.

"Prosesnya cukup rumit, jadi kita gambar, scan, baru diprinting. Dan ini printing di atas kain terbesar yang pernah saya buat," ujar Billy saat berbincang dengan Wolipop. Bicara tentang motif dari printing yang ia tampilkan, "Itu puisi cinta dari someone i loved," ujarnya tersipu.

Warna dan karakter lain ditampilkan oleh Andreas Odang. Desainer yang memulai karier sebagai jurnalis ini mengangkat warna kuning dari bunga freesia sebagai tema dari koleksi gaun cocktail. Koleksi terasa segar dan kental nuansa musim panas. Apalagi potongan rok pendek dan paduannya dengan warna putih serta sedikit gradasi hijau yang membuat koleksi lebih tegas dan berkarakter. Ada enam set yang ditawarkan Odang, dalam gaun cocktail pendek yang begitu feminin. Beberapa dihiasi lace ataupun pita di pinggang. Dan kali ini, unsur seksi ditampilkan lewat bukaan di bagian pundak dalam gaun beraksen cutout di lengan.

"Saya memilih kuning, dan banyak yang komentar warna ini paling sulit. Tapi saya merasa bisa bagus kalau kuning dipadukan warna lain. Kuning itu warna yang tricky. Apa mau bold atau anggun tergantung dari paduan warnanya," ujar Odang.

Terakhir, namun tak kalah memikat adalah gaun-gaun malam dari Hian Tjen dengan dominasi warna merah. Mengambil inspirasi dari tulip merah, Hian Tjen bermain dengan detail yang begitu mewah. Ada aplikasi tulle dalam warna kulit sehingga detail bordiran seperti kelopak bunga merah yang tersebar di atas gaun malam panjang itu.

"Sangat feminin, ada detail bunga dan sedikit bahan transparan untuk kesan seksi dan karakater elegan," tambah Hian Tjen.

(asf/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads