Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Fenomena Jilboobs

Ini Tanggapan 4 Desainer Busana Muslim Tentang Fenomena Jilboobs

wolipop
Jumat, 08 Agu 2014 09:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. M. Abduh/Wolipop
Jakarta - Mengenakan jilbab dan memadukannya dengan busana yang ketat hingga membentuk tubuh, terutama area dada kini tengah disoroti publik. Wanita-wanita berhijab ini disebut sebagai jilboobs. Melihat fenomena jilboobs tersebut, para desainer busana muslim Indonesia memberikan tanggapannya. Para desainer ini ada yang melihat jilboobs sebagai proses belajar ada juga yang bereaksi keras.

Ida Royani

Semua tuh ada pakemnya. Tidak boleh ketat karena sama juga telanjang. Kalau tipis ya pakai furing, pakai manset. Orang-orang yang kayak gitu (yang berpakaian ketat-red) selalu alasannya lagi belajar pakai hijab. Belajar apa? Kalau belajar tuh dulu kayak saya tahun '78 belum ada yang pakai hijab, baru saya belajar dari hadis-hadis. Sekarang harusnya sudah tahu itu salah, mau sampai kapan kayak gitu?

Irna Mutiara

Saya melihatnya mungkin itu sebuah bentuk kritikan ya. Kan banyak dilihat ada orang yang pakai kerudung tangannya kelihatan, pakai legging, legging kan bukan luaran itu sebenarnya dalaman, pakai baju pendek yang punggungnya kelihatan. Jadi mungkin itu adalah kritikan dari masyarakat untuk orang-orang seperti itu.

Orang-orang itu (jilboobs) mungkin karena pemahaman yang kurang benar. Jilbab hanya membungkus bukan melindungi. Kalau terlihat membentuk kan tidak sesuai kaidah. Seharusnya busana itu tertutup kecuali muka dan telapak tangan, tidak transparan, tidak ketat.

Monika Jufry

Saya baru lihat ada jilboobs community di Facebook entah beneran atau nggak cuma ya seram melihat fotonya. Orang kan berhijab untuk menutup aurat. Memang semua orang berhijab berporoses tapi kalau saya pribadi walaupun baru belajar tapi nggak seperti jilboobs karena itu ketat sekali. Kalau sudah pakai hijab harus ikhlas paling nggak dia tahu kalau nggak boleh pakai seperti itu.

Windri 'NurZahra'

Menurut aku itu adalah proses. Orang yang mau berhijab melewati spiritual journey. Ada yang langsung pakai abaya, ada yang pakai longgar, ada yang ngerasa yang penting kepala karena mungkin mereka kurang knowledge dari segi fikih dan syar'i biasanya mereka belum mendalami. Menurut aku sih itu proses. Mungkin mereka belum merasa perlu untuk nanya yang benar itu seperti apa. Jadi ya mulainya dari modest dulu mungkin sebelum berhijab.
(eny/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads