Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Esmod Gelar Pameran Mode Selama 3 Hari di Lippo Mall Kemang

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 05 Jun 2014 18:09 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Esmod
Jakarta - Salah satu sekolah mode ternama Indonesia, Esmod Jakarta kembali menelurkan bakat-bakat desainer muda tahun ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para siswa lulusan Esmod akan menampilkan hasil kreasinya dalam sebuah pagelaran mode. Kali ini, pekan mode Esmod akan berlangsung selama tiga hari, mulai hari ini, Kamis 5 Juni sampai Sabtu 7 Juni 2014 di Lippo Mall Kemang.

Di tahun ke-18 ini, para desainer muda itu diberi keleluasaan untuk mengeksplor keahlian masing-masing, tanpa harus mengikuti tema yang diberikan oleh tim pengajar dan juri. Sebanyak 51 siswa Esmod itu akan berkreasi dalam berbagai konsep. Misalnya saja hyperpop, college craft, earth camo, handmade, modern vintage, classy look, luxury products dan juga sporty.

"Kenapa kami tidak memberi tema seperti tahun-tahun sebelumnya, karena para murid akan berusaha mengikuti tema dan melupakan gaya personalnya sendiri. Ya, ini adalah pertama kalinya mereka dapat kebebasan untuk berorientasi kepada apapun yang mereka inginkan," jelas Patrice Dasilles, Academic Program Manager Esmod Jakarta, saat berbincang dengan media di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (05/06/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan Patrice, perayaan kelulusan siswa Esmod tahun ini juga akan menampilkan lini busana baru. Jika sebelumnya hanya terbatas pada kreasi womenswear, menswear dan kids collection, di tahun ini akan tampil lini lingerie.

Di pesta kelulusannya ini, para siswa akan dinilai oleh para juri yang datang dari dunia desainer, media, asosiasi mode, dan juga perusahaan retail. Beberapa di antaranya adalah Taruna Kusmayadi (ketua APPMI), desainer Didiet Maulana, Ardistia Dwiasri, Jeffry Tan, Patrick Owen, Auguste Soesastro dan masih banyak lainnya.

Seperti yang dikatakan Patrice, banyaknya juri tersebut adalah untuk menilai para siswa dari segala aspek, dari mulai produksi sampai bisnis. "Kami ingin menilai siswa dari banyak segi pandang. Kami meminta para juri untuk mendengarkan dan menilai mereka. Bagaimana cara mereka menjelaskan karyanya, mengembangkan brand, membuat konsep desain, menciptakan produk, dan membuat koleksi dengan referensi tren mode dunia," tambah pria berbaju hitam itu.

(asf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads