Kisah Artis Pakistan Laporkan Pelecehan, Malah Terancam Dipenjara 3 Tahun

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 13 Mar 2021 21:30 WIB
meesha shafi Foto: Instagram @meesha.shafi
Jakarta -

Seorang penyanyi asal Pakistan bernama Meesha Shafi terancam dipenjara. Kasusnya berawal ketika wanita 39 tahun tersebut justru ingin melaporkan sesama artis karena tindak pelecehan. Namun setelah berusaha meminta keadilan, Meesha mendapati dirinya bisa dibui selama tiga tahun karena dituduh mencemarkan nama baik.

Meesha melaporkan seorang penyanyi terkenal Ali Zafar yang dituduhnya telah menyentuh dengan cara tidak pantas di studio rekaman di rumah Ali. Hal ini memang sudah terjadi cukup lama yakni pada 2017 sebelum Ali mengadakan konser di Pakistan di mana keduanya tampil bersama.

[Gambas:Instagram]



Setelah dilaporkan, kasus ini menjadi gerakan #MeToo yang ramai diperbincangkan. Karena tak hanya Meesha, delapan orang lain kemudian mengungkap bahwa pria 40 tahun tersebut juga pernah melecehkan mereka.

Ali mengelak tuduhan-tuduhan tersebut kemudian balik melaporkan Meesha dengan tuntutan pencemaran nama baik karena 'kerusakan' yang ditimbulkan terhadap kariernya. Tuduhan itu pun bisa membawa Meesha pada ancaman hukuman tiga tahun penjara jika terbukti bersalah.



Meesha sendiri merasa ada yang salah pada sistem hukum di negaranya karena kasus ini tidak ditindak dengan baik. Ia pun telah menyiapkan pengacara untuk menghadapi tuntutan tersebut agar hal serupa tidak terjadi pada wanita lain. "Jika ini bisa terjadi pada seseorang sepertiku, seorang artis yang sudah mapan, maka ini juga bisa terjadi pada wanita muda manapun dan itu membuatku sangat khawatir," tulisnya di Twitter pada 2018.

[Gambas:Instagram]



Namun sayangnya hasil akhir dari masalah tersebut dinilai belum tentu membawa keberpihakan pada Meesha dan wanita lain di negaranya. Para pendukung Meesha mengatakan jika kasus ini bisa jadi malah membuat wanita lain enggan untuk melaporkan kasus mereka di masa depan. Pengacara Khwaja Ahmad Hosain pun mengutarakan bahwa masalah tersebut bisa menjadi penentu ruang lingkup hukum yang menjaga wanita di tempat kerja. "Hasilnya akan menjadi penting untuk semua wanita di negara ini," kata Khwaja.

Dilansir Dailymail, Meesha sendiri sudah tiga kali melaporkan kasusnya namun tidak ada hasil. Pengadilan bahkan mengatakan jika Meesha terikat kontrak pendek dan bekerja untuk manajemen acara dan bukan Ali sehingga tidak bisa ditindaklanjuti sebagai pelecehan di tempat kerja. Pakistan sendiri dinilai sebagai negara yang kurang baik dalam menangani kesetaraan gender dan berada di urutan 151 dari 153 negara menurut World Economic Forum.

(ami/ami)