Duh! Petinju Ini Paksa Cium dan Remas Bokong Reporter Wanita Saat Wawancara

Anggi Mayasari - wolipop Minggu, 31 Mar 2019 16:04 WIB
Kubrat Pulev diduga lakukan pelecehan seksual terhadap wartawan olahraga. Foto: Getty Images Kubrat Pulev diduga lakukan pelecehan seksual terhadap wartawan olahraga. Foto: Getty Images

Costa Mesa - Petinju Bulgaria Kubrat Pulev jadi perbincangan panas setelah mencium wartawan olahraga Jenny Sushe secara paksa dalam wawancara pascapertarungan di Costa Mesa, Sabtu lalu. Karena aksinya itu, Kubrat diskors oleh Komisi Atletik Negara Bagian California.

Petarung kelas berat berusia 37 tahun itu juga dilaporkan meremas bokong Jenny, dan tertawa saat ia berjalan pergi.

"Selanjutnya, saya berjalan ke meja untuk meletakkan barang-barang saya di ransel. Dia meraih bokongku dan meremasnya dengan kedua tangannya," cerita Jenny seperti dilansir BBC.

"Lalu dia pergi tanpa mengatakan apa-apa padaku dan tertawa," imbuhnya.


Duh! Petinju Ini Cium dan Remas Bokong Reporter Wanita Saat WawancaraFoto: Screenshot Twitter

Kontributor Vegas Sport Daily ini menambahkan bahwa ia diminta Kubrat untuk merekam video ciuman itu. Jenny mengaku tidak menghapusnya dan malah mengunggahnya karena ia ingin orang-orang melihat apa yang telah dilakukan Kubrat.

"Saya ingin dia bertanggungjawab," kata Jenny.

Sementrara itu, Kubrat dalam keterangan yang dibagikannya di Twitter mengklaim bahwa ia dan Jenny adalah teman dekat. Senang bertemu dengan Jenny, ia pun memberikan ciuman.

"Untuk penggemarku: kamu mungkin sudah melihat video aku mencium reporter wanita selama interview setelah aku menang di petarungan Sabtu malam. Reporter Jenny, adalah temanku, dan setelah interview, aku sangat gembira, aku menciumnya. Setelah malam itu, dia ikut aku dan teman-teman lainnya di pesta setelah kemenangan," ungkap Kubrat.
Duh! Petinju Ini Cium dan Remas Bokong Reporter Wanita Saat WawancaraFoto: Screenshot Twitter


"Di video setelah ciuman kami, kami berdua saling tertawa dan berterima kasih satu sama lain. Tidak ada yang lebih dari ini," imbuhnya.

Tetapi Jenny mengatakan dia hanya bertemu petinju tersebut sehari sebelum pertandingan. Pengacara Jenny, Gloria Allred, menulis surat kepada Andy Foster, direktur CSAC, untuk meminta 'penyelidikan segera' terhadap tuduhan itu. Dia juga meminta lisensi tinju Kubrat untuk bersaing di California agar ditangguhkan.

"Pada Selasa, Kubrat diberitahu bahwa, sebelum ia akan diizinkan untuk bertarung di California lagi, ia harus muncul di depan komisi dan menunjukkan bahwa ia sesuai dengan prinsip penghormatan ini," kata pihak Komisi Atletik Negara Bagian California.
(agm/hst)