Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cara Wanita Multiperan Tetap Bahagia dan Produktif, Mulai dari 4 Langkah Ini

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Rabu, 24 Jun 2026 09:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Women’s Space Mentorship Program 2026
Foto: Dok. ParagonCorp
Jakarta -

Tidak sedikit wanita di Indonesia yang memikul lebih dari satu tanggung jawab dalam hidupnya. Selain berperan sebagai ibu di rumah dengan anak yang masih kecil, banyak juga yang harus bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan.

Kondisi ini tentu bukan hal yang sederhana. Tak jarang, mimpi-mimpi besar harus ditunda bahkan dikesampingkan demi memenuhi berbagai tanggung jawab yang ada.

Dalam acara Women's Space Mentorship Program 2026, hasil kolaborasi Paragon Corp dan APDC Indonesia yang digelar pada Sabtu (21/06/2026), Analisa Widyaningrum, CEO APDC Indonesia, membagikan pengalaman pribadinya sekaligus kiat menjadi wanita multiperan yang tetap produktif dan bahagia. Pada acara yang dihadiri 60 peserta terpilih dari 3.894 pendaftar wanita di seluruh Indonesia itu, Analisa menceritakan proses jatuh bangun yang ia hadapi sebagai ibu, psikolog, sekaligus trainer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak lulus S1, wanita yang kini berusia 37 tahun tersebut memiliki mimpi untuk melanjutkan studi ke luar negeri melalui beasiswa Erasmus. Saat itu, program LPDP belum tersedia sehingga jalan yang harus ditempuh terasa lebih menantang.

ADVERTISEMENT

Perjalanan Analisa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri pun tidak mudah. Mulai dari persiapan panjang sejak 2017, menerima Letter of Acceptance (LoA) bersama suami, hingga hampir mengubur mimpinya karena kondisi kesehatan orang tua dan mertua yang memburuk.

"Just do your best, let God do the rest," kata Analisa saat mengenang masa-masa sulit tersebut. Berbekal usaha dan doa terbaik, ia akhirnya berhasil melanjutkan studi dan mencapai berbagai pencapaiannya hingga saat ini.

Dari pengalaman tersebut, Analisa mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. Ia kemudian merangkumnya menjadi empat langkah yang dapat membantu wanita multiperan untuk terus bertumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Tentukan Tujuan Hidup

Langkah pertama adalah menemukan kejelasan atau clarity dalam hidup. Menurut Analisa, hal ini bisa dimulai dengan memahami empat hal penting.

Yang pertama adalah core purpose atau alasan utama mengapa seseorang ingin melakukan sesuatu. "Ini tidak bisa didapatkan di satu waktu. Tapi waktu hidup mulai berubah, inilah yang jadi pegangan kita," ujar Analisa.

Menurutnya, core purpose merupakan bentuk dedikasi hidup seseorang. Setiap orang memiliki dedikasi yang berbeda-beda, baik dalam belajar maupun bidang lainnya.

Selanjutnya adalah core values atau nilai-nilai utama yang dipegang sepanjang hidup. Menurut Analisa, nilai-nilai tersebut akan menjadi fondasi integritas seseorang di masa depan.

"Nilai-nilai baik yang kamu bawa dari orang tua sejak kecil, silakan diingat-ingat. Karena kita dibentuk dan dibentuk oleh lingkungan kita," katanya.

Kemudian ada visionary goal, yaitu tujuan besar yang ingin dicapai melalui berbagai usaha yang dilakukan saat ini. Dia menyarankan bayangkan apa yang ingin kamu raih 10 tahun mendatang.

"Visionary goal jangan satu atau dua tahun. Namanya juga 'big dream', ambil 10 tahun yang akan datang kamu mau jadi apa? Apa yang saya kerjakan saat ini adalah visionary goal saya 10 tahun yang lalu," ujarnya.

Terakhir adalah action plan atau langkah nyata untuk mewujudkan tujuan tersebut. Bentuknya bisa beragam, mulai dari melanjutkan pendidikan, membangun relasi, mengikuti kegiatan sukarela, hingga menjadi panitia dalam berbagai kegiatan. "Lakukan saja, jangan terlalu dipikirkan," kata Analisa.

Melihat Kesenjangan

Langkah berikutnya adalah melihat jarak antara kondisi diri saat ini dengan tujuan besar yang ingin dicapai. Saat menyadari besarnya jarak atau kesenjangan tersebut, rasa tidak percaya diri atau insecure adalah hal yang wajar.

Perasaan itu bisa muncul dari faktor internal maupun eksternal, seperti tekanan keluarga, tuntutan orang tua, hingga opini orang lain. "Energi kita akan habis jika terus dipakai untuk fokus pada hal di luar kendali kita," ujar Analisa.

Mulai Dari yang Sederhana

Langkah selanjutnya adalah mengambil langkah kecil atau sederhana secara konsisten menuju tujuan yang diinginkan. Salah satunya dengan berdamai terhadap rasa tidak percaya diri yang muncul saat membandingkan diri saat ini dengan versi diri yang diimpikan.

Setiap orang memiliki langkah kecil yang berbeda. Tidak selalu berkaitan dengan bisnis atau pendidikan tinggi. Mengakui kegagalan dan belajar darinya juga merupakan langkah penting.

"Tidak perlu perubahan yang besar sekaligus, cukup kebiasaan kecil yang diulang tiap hari," kata Analisa, mengutip buku Atomic Habits karya James Clear.

Ia menjelaskan bahwa bagian otak bernama basal ganglia bekerja lebih optimal dalam membentuk kebiasaan jika suatu tindakan dilakukan berulang secara konsisten.

Membangun Support System

Analisa juga menekankan pentingnya memiliki lingkungan yang suportif. Kelilingi diri dengan orang-orang yang membuatmu merasa aman, dihargai, dan saling menguatkan. Selain keluarga dan sahabat, komunitas juga bisa menjadi sumber dukungan yang baik.

Menurutnya, ketika seseorang berhasil memimpin dirinya sendiri, ia akan belajar memimpin orang lain. Karena itu, penting untuk terus mengembangkan kemampuan agar dapat menggerakkan orang lain melalui purpose, values, dan visi yang dimiliki.

"Semakin besar mimpi itu berproses, tantangan menjadi pemimpin ialah menggerakkan orang lain," ucap Analisa.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads