Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Verificator

Viral Pria Asal Depok Ini Garap Desain Judul Video Musik Terbaru Ariana Grande

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Rabu, 12 Agu 2026 10:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrator Depok Tsaqif Baihaqi lewat @rising67.studio sukses bikin bangga usai terlibat langsung pengerjaan visual proyek video musik Petal Ariana Grande.
Ilustrator Depok Tsaqif Baihaqi sukses bikin bangga usai terlibat langsung pengerjaan visual proyek video musik Petal Ariana Grande. Foto: Dok. Instagram @rismaindryanim.
Depok -

Dunia industri kreatif Indonesia kembali membanggakan panggung internasional. Tsaqif Baihaqi, seorang ilustrator muda berbakat asal Depok, Jawa Barat, dipercaya untuk menggarap visual dalam video musik terbaru penyanyi pop kelas dunia, Ariana Grande, yang berjudul "PETAL".

Melalui studionya, @rising67.studio, Tsaqif membuktikan bahwa karya seniman lokal mampu bersaing dan diakui oleh raksasa hiburan global. Kabar membanggakan ini dibagikan langsung oleh Tsaqif melalui unggahan di akun Instagram miliknya.

Dalam video musik yang disutradarai oleh Christian Breslauer (@christhedirector) dan diproduksi oleh London Alley (@londonalley), Tsaqif bertanggung jawab dalam pembuatan desain judul (Title design) serta teknik matte painting untuk latar visual proyek tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, pencapaian ini bukan kali pertama baginya. Tsaqif mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya karena kembali dipercaya oleh tim produksi Hollywood untuk terlibat dalam proyek besar Ariana Grande.

ADVERTISEMENT

Dalam postingannya, ia juga memperlihatkan proses eksplorasi desain tipografi "Cracked Title" bergaya retak yang intens, hingga referensi lanskap kota dari Google Maps yang ia olah menjadi tampilan matte painting di klip musik tersebut.

Unggahan Tsaqif pun langsung mencuri perhatian netizen Indonesia dan viral di berbagai platform media sosial. Kolaborasi sukses ini menuai banyak pujian dari sesama kreator maupun netizen yang bangga melihat karya anak bangsa menghiasi panggung musik internasional.

"Kalo gue langsung ganti bio: ariana pernah order disini😂 btw congrats ya," takjub pengguna Instagram @kidzboii.

"Subhanallah Ariana repeat order. keren bang🫰👍🩷," puji akun @womoranizer.

"Ketika para pejabat indo mendukung umkm prancis, ari mendukung umkm depok. 💕," saut akun @foliarr.


Konfirmasi Wolipop

Wolipop telah mewawancarai pria di balik karya viral ini, Tsaqif Baihaqi (31 tahun). Pria asal Depok ini mengungkapkan bahwa jalinan kerja samanya dengan tim produksi internasional bukan lah hal yang terjadi secara mendadak.

Awal mula keterlibatannya dimulai saat ia dihubungi untuk proyek pertama Ariana Grande pada pertengahan Mei 2026. Kesuksesan karya pertamanya membawa kepercayaan berlanjut hingga ia kembali dipercaya menggarap proyek kedua di pertengahan Juli.

"Awal di hubungi untuk projek pertama untuk lagu Hate that i made you love me itu di pertengahan bulan Mei, lalu projek kedua di pertengahan bulan Juli. Alhamdulillah banget untuk proyek kedua ini masih dipercaya untuk membuat tema yang serupa, yaitu retro Hollywood," ujar Tsaqif penuh syukur kepada Wolipop.

Untuk konsep visual video musik kali ini, Tsaqif menarik inspirasi dari sinematografi klasik era 1960-an karya sutradara legendaris Alfred Hitchcock. Pilihan estetika tersebut memberikan nuansa ikonik pada hasil akhir karyanya.

"Ide desainnya itu terinspirasi dari film tahun 60-an Alfred Hitchcock. Untuk title card-nya terinspirasi dari film Psycho-yang identik dengan sayatan, tapi saya ganti dengan konsep retakan. Sedangkan untuk matte painting-nya terinspirasi dari film North by Northwest untuk scene dari atas gedung," jelas pemuda yang mendirikan Rising67 Studio tersebut.

Dari Lulusan Teknik Komputer dan Jaringan hingga Tembus Panggung Internasional

Pencapaian Tsaqif menembus pasar internasional tentu tidak didapatkan secara instan. Menariknya, ia mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang seni rupa maupun desain grafis.

"Background saya sebenarnya dari SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Tapi memang dari kecil saya sudah hobi gambar. Saya bangun Rising67 Studio ini dari tahun 2014, waktu itu masih membuat jasa hadiah unik personal untuk ulang tahun dan wisuda," kenangnya.

Pria yang berdomisili di Depok ini baru mulai mendalami dunia poster film pada tahun 2016. Tiga tahun berselang, ia memberanikan diri membuka jasa pembuatan poster film untuk proyek-proyek indie. Sejak tahun 2019 itulah, portofolionya mulai dilirik oleh klien-klien mancanegara.

Sebelum dipercaya oleh tim Ariana Grande, Tsaqif sudah mengantongi berbagai pengalaman kolaborasi internasional yang mengesankan. Ia pernah bekerja sama dengan YouTuber ternama asal Amerika Serikat, Ryan Trahan, untuk membuat poster konten video YouTube-nya.

Selain itu, ia juga dipercaya oleh Showdown Alaska untuk menggarap poster panggung musisi dunia seperti Steve Aoki, Nelly, hingga Hippie Sabotage, serta pernah terpilih oleh Sony Pictures dalam kontes fan art resmi film Morbius.

Melihat perjalanannya yang inspiratif dari studio lokal hingga dikenal di industri hiburan Hollywood, Tsaqif membagikan pesan bernilai bagi para kreator muda Indonesia yang ingin mengikuti jejaknya menembus pasar global.

"Yang penting tetap berkarya dan konsisten. Tapi konsisten itu harus ada tujuannya. Misalkan mau masuk ke industri film atau musik, buatlah portofolio yang memang sedang dicari oleh industri tersebut," tutup Tsaqif memberi tips.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads