Viral Verificator
Hidup Kelihatan Mewah, Viral Influencer Rela Jual Skincare demi Makan Keluarga
Menjadi seorang content creator sering kali dipandang sebagai profesi yang seru dan bergelimang fasilitas. Padahal kenyataannya tak seindah anggapan orang. Hal ini lah yang dibagikan oleh pemilik akun Instagram @melatiprastitaa, yang baru-baru ini viral usai mengunggah pengalamannya menjadi konten kreator.
Melalui serangkaian foto, ia memberikan gambaran nyata tentang sejuta keuntungan yang didapatkannya selama aktif berkarya di media sosial. Dalam unggahannya, Melati menanggapi stereotip orang-orang yang menganggap pekerjaannya selalu "enak".
Ia memamerkan berbagai fasilitas menarik yang berhasil ia dapatkan secara cuma-cuma, mulai dari limpahan produk skincare, kosmetik dari dalam hingga luar negeri, tiket nonton bioskop, voucher makan gratis di restoran, hingga layanan treatment perawatan wajah gratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya soal barang dan fasilitas gratis, keuntungan lain yang tak kalah berkesan baginya adalah kesempatan memperluas jaringan sosial. Melati membagikan momen bahagianya saat bertemu dengan sesama kreator berenergi positif hingga berfoto bersama food vlogger ternama, Nana Koot, yang sosok hangatnya sukses membuatnya merasa rindu dengan sang ibunda.
Namun, di balik semua kilauan dan kemewahan yang tampak di layar ponsel, Melati menyibak kenyataan pahit yang jarang diketahui publik. Sebagai tulang punggung keluarga setelah kepergian sang ibu, ia harus menanggung beban ekonomi berat untuk menghidupi ayah dan adiknya.
Di balik gemerlap produk dan fasilitas gratis media sosial, tersimpan kisah haru perjuangan keras seorang kreator demi menopang kebutuhan ekonomi keluarganya. Foto: Dok. Instagram @melatiprastitaa. |
Kondisi tempat tinggalnya jauh dari kata mewah, ia bahkan menunjukkan bagian atap rumahnya yang rusak dan terbuka. Tidak hanya itu, perjuangan memproduksi konten pun penuh keterbatasan, ia pernah terpaksa meminjam ponsel teman, menggunakan lighting seharga 50 ribu rupiah sejak tahun 2023, hingga menghadapi kenyataan sepeda motornya ditarik oleh debt collector karena tak sanggup membayar.
Tekanan finansial tersebut memaksa Melati untuk mengorbankan hal-hal pribadinya demi menyambung hidup. Produk-produk beauty dan barang wishlist yang berhasil ia beli dari hasil kerja kerasnya terpaksa ia jual kembali (preloved) demi membiayai ongkos sekolah adiknya serta membeli bahan makanan untuk keluarga.
Bahkan saat menghadiri acara brand, ia sering memilih mengenakan pakaian seadanya tanpa membeli baju baru sesuai dress code. Dia mengalihkan anggarannya agar sang ayah dan adik bisa tetap makan.
Di balik gemerlap produk dan fasilitas gratis media sosial, tersimpan kisah haru perjuangan keras seorang kreator demi menopang kebutuhan ekonomi keluarganya. Foto: Dok. Instagram @melatiprastitaa. |
Meski harus berjuang keras dari titik terendah dan menghadapi kenyataan hidup yang tak mudah, Melati tetap menyelipkan pesan yang menyentuh hati bagi para pengikutnya. Ia mengajak pengikutnya untuk selalu bersyukur dan tetap semangat menjalani hidup, apa pun rintangan yang dihadapi.
Unggahan ini menjadi pengingat hangat bahwa di balik tampilan estetik di media sosial, ada perjuangan tangguh, pengorbanan, dan keteguhan hati seorang manusia yang patut diapresiasi.
"Tarik nafas buang nafas, setiap orang lg silent struggle skrg! Semangat ya semuaa berdoa yg baik2 buat kalian semua love. Semoga abis ini dapet endorsean berjuta juta kaya dulu lagi💗✨🥰💅🏻🤏🏻🌼," tulis keterangan akun Instagram @melatiprastitaa.
Curhatan Melati yang menjadi kreator konten ini sudah mendapatkan lebih dari 1,5 ribu Likes dan mendapatkan banjir komentar dukungan dari warganet.
"Ini yg buat aku ga mempermasalahkan jual produk prelov abis take konten,karna kita gatau kisah orang didalamnya,aq pernah dikomen mutual pas aku jual preloved,kurleb kaya gini "aku si gak mau ya jual produk bekas take konten,takut gak higienis dll buat pembeli" kalau dari aku pribadi,selagi masih aman terus pembeli mau knp engga,toh kita juga gatau alasan ni orang" jual preloved karna kedesak apa,semangat buat kamu kak🥹💓," kata pengguna Instagram @skincarereview03.
"Kamu hebat banget pokoknya, yakiin pasti habis ini rezekimu mengalir derasss ❤️," doa akun @ufairanida.
"Semangatttt kak🥰❤️🔥 semangat berproses🫶🏻," timpal akun @nabillaerlianty08.
Konfirmasi Wolipop
Di balik gemerlap produk dan fasilitas gratis media sosial, tersimpan kisah haru perjuangan keras seorang kreator demi menopang kebutuhan ekonomi keluarganya. Foto: Dok. Instagram @melatiprastitaa. |
Menanggapi unggahan yang viral tersebut, Wolipop menghubungi sosok di balik akun @melatiprastitaa, yaitu Melati Prastita. Wanita asal Pamulang, Tangerang Selatan, yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara ini mengungkapkan bahwa video tersebut merupakan bentuk curahan hatinya mengenai perjalanan tiga tahun sebagai kreator konten.
"Jadi postingan itu berisi keluh kesah aku atas naik turunnya hidup aku selama tiga tahun jadi content creator. Yang orang-orang lihat sepertinya aku baik-baik saja, jadi content creator itu enak dan banyak uang. Padahal kebutuhan tiap orang beda-beda, jadi pasti akan beda juga hasilnya," tutur Melati saat diwawancarai Wolipop.
Ketertarikan Melati dalam membuat konten sebenarnya sudah tumbuh sejak masa SMA dan kuliah melalui rekaman video hingga podcast. Namun, ia baru mantap menekuninya secara profesional pada akhir tahun 2023. Keputusan ini dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi keluarganya yang terpuruk setelah tabungan mendiang ibunya habis untuk membiayai pengobatan sang ayah yang sakit.
Di balik gemerlap produk dan fasilitas gratis media sosial, tersimpan kisah haru perjuangan keras seorang kreator demi menopang kebutuhan ekonomi keluarganya. Foto: Dok. Instagram @melatiprastitaa. |
"Aku anak gadis tapi baju cuma itu-itu saja, makeup juga bekas dari bos mamaku. Akhirnya aku mikir bagaimana cara bisa dapat itu semua secara gratis. Aku beli satu baju, aku bikin konten, dan ternyata booming. Banyak dilirik brand, mungkin karena aku bigsize jadi ada nilai jualnya," kenangnya.
Beralih Niche Demi Mencukupi Kebutuhan Keluarga
Awalnya, Melati berfokus pada konten busana sebelum akhirnya merambah ke dunia kecantikan (skincare dan makeup). Kendati demikian, ia sadar bahwa penghasilan dari satu bidang saja tidak cukup untuk menopang kebutuhan tiga kepala di rumahnya setelah ditinggal sang ibu. Demi memutar otak, ia mulai memperluas cakupan kontennya ke segmen lifestyle, seperti rekomendasi tempat, makanan, hingga klinik kecantikan.
Melati tidak menampik bahwa perjalanannya diwarnai roller coaster kehidupan yang berat-mulai dari kegagalan rencana pernikahan, tekanan finansial, hingga keterbatasan alat kerja. Kendati harus bertahan dengan lighting seharga Rp 50 Ribu dan peralatan seadanya saat rekan seangkatannya telah meraih sukses finansial, Melati memilih untuk tetap melangkah dengan damai dan penuh kepasrahan.
Lewat unggahannya, Melati menegaskan bahwa motivasi utamanya bukanlah sekadar mengeluh, melainkan untuk saling mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjuangan tersembunyi (silent struggle) masing-masing. Konten tersebut ia jadikan sebagai jejak digital dan pengingat bahwa ia sanggup melewati masa-masa terendah dalam hidupnya.
"Aku cuma mau bilang kalau setiap orang punya silent struggle-nya masing-masing. Yang kalian lihat biasa-biasa saja, padahal setiap harinya pusing banget besok harus masak apa atau uang dari mana cuma untuk beli beras. Upload seperti itu hanya untuk pengingat dan menyemangati diri aku sendiri, kalau someday aku berhasil, masa-masa terendah ini ternyata benar-benar bisa aku lewati," pungkasnya penuh harap.
(gaf/eny)















































