Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Daftar 10 Pekerjaan Terancam AI dan yang Diprediksi Tetap Aman

Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 01 Apr 2026 05:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Asian business woman headache stressed because of work mistake problems about profit losses to be risk for fired from her job
Foto: Getty Images/Jakraphong Pongpotganatam
Jakarta -

Kecanggihan teknologi mempermudah kehidupan tapi di saat yang bersamaan juga bisa mengancam pekerjaan. Banyak profesi yang sudah ditinggalkan dan digantikan oleh mesin bahkan AI (Artificial Intelligence). Namun tak semua pekerja akan diwakilkan oleh robot atau komputer karena beberapa kemampuan tetap tidak bisa digantikan. Apa saja?

Para peneliti di Universitas Tufts baru-baru ini menyusun Indeks Risiko Pekerjaan AI Amerika. Mereka berusaha memprediksi pekerjaan mana yang paling berisiko diambil alih oleh kecerdasan buatan dan temuannya cukup mengkhawatirkan. Lebih dari 9 juta pekerjaan di sana berisiko tergantikan dalam dua hingga lima tahun ke depan.

Beberapa profesi tak terduga yang disebut bisa terancam termasuk programmer komputer, perancang web, perencana keuangan, ilmuwan data, dan, ya, penulis dan jurnalis. Para peneliti mengatakan bahwa hanya pekerja yang berhasil memanfaatkan AI lah yang bisa meningkatkan posisi mereka atau bertahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Kita sudah tahu bahwa AI tidak hanya mengotomatiskan tugas-tugas rutin, AI juga bergerak ke atas, menargetkan pekerjaan kognitif dan analitis yang mendefinisikan karier dengan keterampilan tinggi dan gaji tinggi," kata Bhaskar Chakravorti, dekan bisnis global Universitas Tufts, dalam sebuah pernyataan.

ADVERTISEMENT

"Pekerjaan di masa depan akan diamankan oleh mereka yang memiliki kombinasi keahlian di bidang tertentu, keterampilan berpikir kritis untuk penilaian manusia, dan pengetahuan tentang AI dan cara menggunakannya," jelasnya.

Ironisnya, para pekerja yang paling kecil kemungkinannya untuk hilang akibat bot kebanyakan adalah pekerja dengan upah terendah, seperti tukang atap, penambang, operator mesin, pengemas daging, tukang las, dan tukang batu.


"Pekerjaan fisik, manual, dan dengan kondisi yang berubah-ubah (tukang atap, petugas kebersihan, pencuci piring) menghadapi kurang dari satu persen penggantian. Pekerjaan yang tidak dapat disentuh oleh AI sebagian besar adalah pekerjaan yang selalu diremehkan oleh perekonomian," kata Bhaskar.

Berdasarkan riset tersebut, berikut 10 profesi yang paling banyak terekspos AI dan dikhawatirkan bisa mengancam para pekerjanya.

1. Web and Digital Interface Designers
2. Web Developers
3. Database Architects
4. Computer Programmers
5. Data Scientists
6. Financial Risk Specialists
7. Reporter Lapangan dan Juru Tulis Dadakan
8. Information Security Analysts
9. Database Administrators
10. Medical Records Specialist

Berdasarkan riset, berikut 10 profesi yang paling tidak terekspos AI dan tidak mengancam para pekerjanya.

1. Pekerja Pemasangan Baut Atap, Pertambangan
2. Operator Mesin Penggalian dan Pemuatan serta Dragline, Pertambangan Permukaan
3. Petugas Perawatan
4. Pengatur, Operator, dan Pengawas Mesin Pelapis, Pengecatan, dan Penyemprotan
5. Pelapis dan Fabrikator Fiberglass
6. Asisten Bedah
7. Operator Mesin Pemuatan dan Pemindahan, Pertambangan Bawah Tanah
8. Pembentuk, Pencetak, dan Pengecor, kecuali Logam dan Plastik
9. Terapi Pijat
10. Tukang Jagal dan Pengemas Daging

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads