ADVERTISEMENT

Kisah Pekerja Toko Dapat Kompensasi Rp 353 Juta Setelah Dihina Gemuk Oleh Bos

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 19 Jan 2023 07:00 WIB
Rude man accosting to young female at crowded street Foto: Getty Images/iStockphoto/JackF
Jakarta -

Seorang wanita bernama Aishah Zaman mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari bosnya di sebuah toko tekstil di Skotlandia. Tidak diketahui awal masalahnya tapi suatu waktu pemilik bisnis tersebut melontarkan kata dalam bahasa Punjabi yang berarti 'gemuk' dan mengaku menginginkan pegawai wanita yang lebih langsing dan cerdas. Bukan hanya sekali dilecehkan, Aishah akhirnya melaporkan kejadian itu dan berakhir memenangkan tuntutan.

Dilansir Daily Record, bos Aishah bernama Shahzad Younas juga menghina pekerjaan sampingan pegawainya sebagai seorang DJ. Shahzad menyebut profesi tersebut sebagai pekerjaan prostitusi. Di saat yang bersamaan bos Aishah malah mengaku menyukainya dan menawarkan untuk membelikan mobil Mercedes-Bens

Tak berhenti di situ, bos Aishah juga pernah melecehkannya dengan mengirimi gambar kelamin wanita dan tulisan 'jangan patahkan hatiku'. Awalnya masih bisa ditolerir, Aishah memutuskan untuk resign dari setelah disebut 'idiot' dan 'pain in the a***' ketika mereka berargumen. Saat itu, tangan Aishah sempat ditarik oleh pria tersebut dan diteriaki kata-kata yang tidak pantas. Setelahnya, Shahzad menjual perusahaannya dan meminta agar si pegawai tidak kembali.

Aishah Zaman kemudian melaporkan kasus itu ke pengadilan yang tiga bulan kemudian menghasilkan putusan bahwa Shahzad telah melakukan pelecehan seksual. Aishah pun berhak atas kompensasi senilai £19.000 (Rp 353 jutaan).

Meski telah memenangkan tuntutan, sayangnya kabar terbaru menyebut Aishah akan sulit mendapatkan haknya karena perusahaannya bangkrut dan tidak membayar denda. "Aku rasa itu dia seperti bermain hanya untuk mengulur waktu. Aku merasa dipermainkan," kata Aishah kepada Daily Record.

"Aku bekerja siang dan malam dan banting tulang untuk mendapatkan ini. Aku ingin menyelesaikannya tapi aku tidak mampu. Dia menjalankan bisnis dari Pakistan dan Budapest. Dia bisa lari dari mana saja. Aku tahu dia sedang duduk menertawakanku. Pada dasarnya aku kalah dan dia menang," tambahnya.

Wanita 35 tahun tersebut sudah membayar cukup banyak uang untuk menuntut masalah tersebut yang sayangnya sampai saat ini belum membuahkan hasil. "Kami minta maaf karena kami bangkrut jadi kami tidak bisa membayar tuntutan," kata Sameer Khan, salah satu dewan perusahaan.

(ami/ami)