ADVERTISEMENT

Liputan Khusus Perjuangan Ibu Tunggal

Kisah Ibu Hidupi Anak Kembar, Cerai dari Suami Toxic Sukses Bisnis Baju Import

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 24 Des 2022 10:00 WIB
Kisah ibu tunggal tangguh, menghidupi dua anak kembarnya seorang diri dan kini mempunyai bisnis busana import di Medan. Foto: Dok. pribadi Helly Melda Dalimunthe.
Medan -

Tanggal 22 Desember 2022 di Indonesia diperingati sebagai Hari Ibu. Perayaan Hari Ibu untuk memberikan rasa hormat dan terima kasih kepada ibu yang sudah membesarkan dan merawat kita sejak kecil.

Perjuangan dan pengorbanan ibu yang tanpa batas bisa menjadi inspirasi kamu. Termasuk perjuangan seorang ibu tunggal yang mampu bertahan untuk bisa memberikan kehidupan yang layak untuk anak-anaknya.

Seperti kisah ibu tunggal tangguh satu ini yang mengungkapkan perjuangannya bagi kedua anak kembarnya. Pernah dihina mantan suami karena meminta nafkah, dia kini bisa berdikari dan membangun bisnis busana import di Medan, Sumatera Utara.

Ia awalnya membagikan kisahnya lewat akun TikTok @twinfashionimportmedan. Dia mengungkapkan kisahnya berjuang menjadi ibu tunggal dimulai saat dirinya memutuskan cerai dari suaminya yang toxic, pernah melakukan kekerasan hingga menyelingkuhinya berkali-kali.

"Ketika aku harus berjuang sendiri sebagai orang tua tunggal. Di saat meminta nafkah anak, rasanya seperti pengemis. Diabaikan bahkan dimaki dan dihina. Tak ada hati nurani mereka sedikitpun. Padahal mereka dari keluarga yang sangat mampu," ungkap akun TikTok @twinfashionimportmedan.

"Tuhan berilah hamba rezeki seperti air dan kesehatan demi putri kembarkuđź‘­#orangtuatunggal #singlemom #foryourpage #rezekianak #pejuangrupiah #ibutunggal #lagiviral," tulis keterangan video TikTok @twinfashionimportmedan.

Ia juga mengucapkan pernah mendapatkan perlakuan kasar dari suami. Namun, ia kini sudah mulai nyaman dengan menjalani kehidupan sendiri tanpa sang suami.

"Dulu pernah jadi orang setia, baik dan penurut. Tapi yang ku dapat malah aku yang difitnah. Aku diselingkuhi berkali-kali. Dimaki, dihina, dicekik hampir mau mati. Laki-laki mana lagi yang harus dipercaya. Sehingga sampai saat ini aku sudah nyaman dengan kesendirianku," tuturnya.

Kisah ibu tunggal tangguh, menghidupi dua anak kembarnya seorang diri dan kini mempunyai bisnis busana import di Medan.Kisah ibu tunggal tangguh, menghidupi dua anak kembarnya seorang diri dan kini mempunyai bisnis busana import di Medan. Foto: Dok. pribadi Helly Melda Dalimunthe.

Konfirmasi Wolipop

Wolipop sudah menghubungi Helly Melda Dalimunthe yang mengunggah video berjuang sendiri menjadi ibu tunggal membesarkan anak kembar. Wanita yang akrab disapa Imel ini menuturkan pernah bak menjadi pengemis saat meminta nafkah dari mantan suaminya.

"Saya minta (nafkah) seperti kayak pengemis gitu. Ya diberikan tapi ditunda-tunda dan dikurang-kurangin. Tidak sesuai dengan keputusan pengadilan dan itu pun harus kita ngemis-ngemis mengingatkan ditelepon juga nggak mau ngangkat," ungkap Imel kepada Wolipop lewat WhatsApp, Kamis (22/12/2022).

Wanita yang berusia 37 tahun ini mengungkapkan menikah 11 tahun yang lalu dan menjadi ibu tunggal sejak Januari 2016. Dia membesarkan kedua anak perempuan kembarnya yang berusia sembilan tahun.

Imel enggan menceritakan penyebab kehidupan rumah tangganya berakhir. Semenjak berpisah dengan suaminya, Imel mengikuti bisnis Multi Level Marketing (MLM) demi memenuhi kebutuhannya dan kedua anaknya. Usaha MLM tersebut tak bertahan lama, karena ia malah ditipu dan bonus reward tidak diterimanya.

Kisah ibu tunggal tangguh, menghidupi dua anak kembarnya seorang diri dan kini mempunyai bisnis busana import di Medan.Kisah ibu tunggal tangguh, menghidupi dua anak kembarnya seorang diri dan kini mempunyai bisnis busana import di Medan. Foto: Dok. pribadi Helly Melda Dalimunthe.

Wanita yang berasal dari Medan ini kemudian mencoba jualan pewangi laundry yang sempat viral. Dagangannya tersebut laris manis diburu, namun tidak lama karena perlahan omzetnya menurun.

"Saya ikut berjualan pewangi laundry yang sempat viral. Sampai saya order ke Jakarta ribuan botol. Tapi karena sudah terlalu banyak yang menjual produk pewangi tersebut maka omzet menurun," kenang Imel.

Ia kemudian berpikir untuk membuka salon. Usaha salonnya tersebut bertepatan dengan pandemi COVID-19. Alhasil usahanya langsung bangkrut.

Pantang menyerah, Imel terus memutar otak agar bisa bertahan hidup. Anak kedua dari enam bersaudara ini menuturkan semenjak salon kecantikannya tutup, dia mencoba bisnis fashion.

"Akhirnya saya beralih ke dunia fashion import karena saya juga dari kecil sudah biasa membantu orang tua saya untuk berdagang pakaian. Karena kami juga ada keturunan pedagang," jelasnya.

Imel dan anaknya tinggal di ruko tiga lantai. Dia memanfaatkan lantai pertama untuk membuka usaha bisnis fashion import. Ia menjelaskan alasan menjual busana import.

"Saya ingin masyarakat bisa memiliki pakaian yang bagus tapi harga terjangkau. Harga pas tapi enggak kemahalan dijamin merakyat. Saya menjual mulai dari topi, tali pinggang, celana panjang, atasan kemeja, atasan kaos, rok panjang, gamis, hingga dress. Harganya mulai dari Rp 40 ribu," ucap Imel.

Usaha busana import milik Imel @twinfashionimportmedan. Butik Imel berada di Jalan Kpt Batu Sihombing depan kampus Wilmar, ruko lantai III, Medan.

"Kalau omzetnya sih nggak tentu bisa memenuhi kebutuhan anak-anak dan kebutuhan saya. Ya Alhamdulillah, semua (busana) dan barang-barang import dari Bangkok," tuturnya.

Di akun media sosial, selain aktif berjualan, Imel juga rutin nge-gym untuk menjaga daya tahan tubuh. Bagi ibu tunggal lainnya, ia menyebutkan agar tetap semangat dan sabar dalam menjalani fase kehidupan dan membesarkan anak.

"Jadilah wanita yang punya harga diri dan bisa jadi contoh yang baik buat anak-anak. Agar kelak anak-anak bisa bangga. Bahwa ibu ku hebat bisa membesarkan ku dengan uang halal," sebut Imel.

"Tetap jaga kewarasan walau di luar sana banyak yang mengganggap seorang janda adalah wanita yang tanda kutip. Buktikan pada dunia bahwa kita seorang single parent yang tidak bisa disentuh tanpa ikatan pernikahan dan tidak bisa direndahkan. Bersabarlah karena semua akan indah pada waktunya. Tuhan sedang menguji kesabaran kita untuk bisa naik kelas," pungkas Imel.

(gaf/gaf)