ADVERTISEMENT

Wanita Dipecat Saat Cuti Sakit Punggung, Ternyata Karena Ketahuan Lakukan Ini

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 21 Des 2022 13:30 WIB
A Caucasian woman sleeping on her bed Foto: iStock
Jakarta -

Seorang wanita merasa didiskriminasi ketika ia dipecat saat sedang cuti karena sakit punggung. Ia pun melaporkan dan menuntut bekas perusahaannya ke pengadilan. Masalahnya terdengar serius tapi hakim ternyata tidak berada di pihaknya karena ada penyebab lain yang membuat perusahaan dirasa berhak memutuskan hubungan kerja secara sepihak.

Wanita asal Spanyol yang diketahui sebagai Nyonya Piedad beberapa waktu lalu dipecat dari supermarket tempatnya bekerja. Dilansir Koran La Vanguardia, kasir tersebut sudah bekerja di sana sejak 2006 sebelum diberhentikan pada Januari 2021 ketika sedang mengambil cuti. Karena itu, Piedad mengajukan tuntutan ke Pengadilan Tinggi Kehakiman yang berakhir tidak menyenangkan.

Dikatakan jika supermarket punya alasan kuat untuk memecat Piedad. Saat mengaku sedang sakit punggung, staf perusahaan menemukan videonya yang viral dan tidak terlihat punya masalah kesehatan di media sosial. Pada September 2021, bos Piedad mengirimkannya peringatan bahwa pihak manajemen telah mengakses akun TikTok-nya. Dikatakan bahwa mereka melihat wanita tersebut melakukan gerakan tari yang tidak sesuai dengan penyakit yang dilaporkannya.

Pihak HRD Perusahaan Semark AC Group SA yang membawahi supermarket tersebut kemudian memantau akun TikTok Piedad. Mereka pun menyaksikan bahwa punggungnya terlihat baik-baik saja selagi ia menunjukkan gaya twerking atau menggoyangkan bokong.

"Apa yang awalnya didiagnosa sebagai proses singkat terkait penyembuhan sudah menjadi eksposur viral yang memperlihat penipuan dalam sistem tunjangan dan kurangnya sikap hormat kepada perusahaan dan rekan-rekannya," ungkap perusahaan dalam surat pemecatan.

Ketika mendapat surat tersebut, Piedad tidak diterima dan berusaha menuntut keadilan. Tapi sayangnya sejauh ini wanita itu belum berhasil mendapatkan hasil yang diharapkan.

Pengadilan memutuskan bahwa Piedad memang bersalah karena mengunggah video yang bertentangan dengan klaimnya. Meski begitu, ia belum menyerah dan masih akan mengajukan banding atas pemecatannya ke Mahkamah Agung.

(ami/ami)