ADVERTISEMENT

Vladimir Putin Umumkan Wajib Militer, 3 Profesi Ini Dibebaskan Ikut Perang

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 28 Sep 2022 15:32 WIB
A Russian service member stands next to a mobile recruitment center for military service under contract in Rostov-on-Don, Russia September 17, 2022. REUTERS/Sergey Pivovarov Foto: REUTERS/Sergey Pivovarov
Jakarta -

Vladimir Putin telah mengumumkan perintah mobilisasi militer Rusia parsial pekan lalu. Presiden Rusia itu pun menyerukan wajib militer kepada publik untuk membantu berperang melawan pasukan Ukraina. Tapi tak semua orang Rusia di diwajibkan melakukanya karena ada beberapa profesi penting yang dibebaskan.

Keputusan untuk mobilitasi militer secara parsial membuat Menteri Pertahanan Sergey Shoigu memerintahkan tambahan 300 ribu tentara cadangan agar membantu bertugas selama perang. Sergey sendiri yakin jika negaranya memiliki kemampuan mobilisasi yang sangat kuat sehingga dapat memanggil 23 juta orang meski kenyataannya kini banyak warga berusaha kabur untuk menghindar.

Dilansir Al Jazeera, Sergey Shoigu menjelaskan bahwa tidak semua orang diperintahkan untuk wajib militer. Beberapa jenis profesi yang dianggap penting akan dibebaskan untuk menjaga industri teknologi dan sistem finansial Rusia. Karena itu, pengecualian diberlakukan untuk para pekerja di bidang IT atau telekomunikasi, finansial, dan beberapa profesi di bidang media masa yang dianggap penting secara sistematis.

Rusia sendiri akan mengklasifikasi perusahaan di industri-industri yang penting untuk melihat apakah mereka bisa memenuhi ambang batas tertentu dalam jumlah pegawai, pendapatan, atau pembayaran pajak tahunan. Dengan klasifikasi tersebut, perusahaan bisa mendapat bantuan dari Kremlin dalam hal pinjaman, dana talangan, maupun investasi negara.

Kementerian Pertahanan telah meminta perusahaan untuk menyusun daftar karyawan mereka yang memenuhi kriteria untuk wajib militer. Sedangkan bank sentral Rusia dipersilahkan untuk mengeliminasi sejumlah pekerja finansial dari keikutsertaan perang jika keberadaan mereka dianggap krusial.

"Para pekerja yang terkait dengan area-area kritis akan tetap dalam posisi mereka jadi sistem finansial bisa terus bekerja dengan lancar, orang-orang akan menerima gaji, pensiun, dan keuntungan sosial tepat waktu, pembayaran kardu, dan pekerjaan transfer dan pinjaman baru dapat dikeluarkan," kata perwakilan bank sentral.

Karena perintah wajib militer ini, banyak orang Rusia berusaha untuk keluar dari negara mereka, kebanyakan ke negara-negara tetangga, seperti Georgia dan Kazakhstan. Beberapa bahkan berjalan kaki dan mengantre berhari-hari untuk bisa kabur dari negaranya.

(ami/ami)