ADVERTISEMENT

Pacar Rahasia Putin Diisukan Dipaksa Aborsi, Kehamilannya Tidak Diinginkan

Kiki Oktaviani - wolipop Rabu, 21 Sep 2022 16:14 WIB
Russian President Vladimir Putin (L) hands flowers to Alina Kabayeva, Russian rhytmic gymnastics star and Olympic prize winner, after awarding her with an Order of Friendship during annual award ceremony in the Kremlin 08 June 2001.   AFP PHOTO     EPA POOL/SERGEI CHIRIKOV        (Photo credit should read SERGEI CHIRIKOV/AFP via Getty Images) Foto: AFP via Getty Images/SERGEI CHIRIKOV
Jakarta -

Alina Kabaeva menjadi pacar rahasia Vladimir Putin yang diduga hubungan mereka sudah berlangsung sejak 2008. Dari hubungan tersebut, kabarnya pasangan tersebut sudah memiliki tiga anak. Alina pun dilaporkan hamil lagi yang membuat sang Presiden Rusia gusar.

Seperti dikutip dari saluran Telegram 'General SVR', Putin menganggap kehamilan Alina waktunya tidak tepat. Pria 69 tahun itu memaksa Alina untuk melakukan aborsi.

Pada bulan Mei, General SVR mengklaim bahwa mantan atlet gymnastic itu hamil lagi. Setelah kehamilannya itu, Putin marah karena kehamilan kekasihnya itu tidak direncanakan.

Keduanya kemudian bertengkar setelah Putin memaksa Alina untuk mengaborsi janin yang disebut-sebut berjenis kelamin perempuan. Alina kemudian bersembunyi. Terakhir kali terlihat di publik sekitar bulan Juni di St Petersburg.

SOCHI, RUSSIA - FEBRUARY 08:  Russian retired rhytmic gymnast and politican Alina Kabaeva attends a reception at the Bocharov Ruchey state residence ion February 8, 2014 in Sochi, Russia. Putin called Russian athletes, musicians and artists for the reception to mark the begining of the 2014 Winter Olympics. (Photo by Sasha Mordovets/Getty Images)Foto: Getty Images/Sasha Mordovets

"Kami berbicara pada Mei tahun ini bahwa Alina Kabaeva hamil dan setelah jenis kelamin anak yang belum lahir diketahui, kami melaporkan bahwa Putin dan Alina akan segera memiliki anak perempuan. Tetapi Rusia Vladimir Putin menganggap kehamilan Kabaeva terlalu dini, tidak direncanakan dan tidak diinginkan," tulis General SVR.

Informasi juga menyebut bahwa pada akhir Agustus, Vladimir Putin memaksa kekasih gelapnya itu untuk melakukan aborsi. Aborsi yang dilakukan Alina disebut berisiko tinggi.

"Pada akhir Agustus, Presiden bersikeras agar Alina melakukan aborsi, padahal kehamilannya sudah lebih dari 20 minggu dan tidak ada indikasi medis dan sosial untuk aborsi," ungkap saluran di Telegram tersebut.

"Setelah aborsi, komplikasi muncul dan untuk beberapa waktu, Alina tidak dapat muncul di depan umum," tambah informasi sumber.

General SVR adalah saluran Telegram anonim yang membagikan gosip tentang pemimpin Rusia tersebut. Isu-isu yang dilempar memang sulit diverifikasi, namun banyak yang mempercayai kebenaran dari informasi yang dibagikan.



Simak Video "Selamat! Gelar Putri Pariwisata Indonesia 2022 Jatuh Kepada Tania Saputra "
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)