ADVERTISEMENT

Kisah Irwan Wantja, Dari Pengajar Kini Jadi Konten Kreator Mental Health

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 26 Agu 2022 19:45 WIB
Irwan Wantja Foto: Instagram/@wantja
Jakarta -

Mental health atau kesehatan mental menjadi topik yang cukup sering dibahas di zaman sekarang. Tak sedikit yang menggaungkan seruan mental health untuk mengajak masyarakat agar bisa lebih memperhatikan dan sadar dengan kondisi kesehatan mentalnya sendiri. Begitu pula halnya dengan konten kreator bernama Irwan Wantja yang satu ini.

Melalui akun Instagramnya, pria yang lahir pada 22 Mei 1996 itu cukup aktif membagikan konten seputar kesehatan mental. Uniknya, konten-konten tersebut dikemas dalam bentuk yang lebih menarik, menggunakan gambar-gambar doodle hasil karyanya.

Walaupun sering berbicara mengenai kesehatan mental, namun Irwan ternyata merupakan mahasiswa lulusan mikrobiologi ITB. Setelah lulus dirinya bekerja sebagai pengajar bahasa Inggris dan juga produser di sebuah startup edtech di Indonesia.

"Awalnya itu aku sebenarnya pengajar. Jadi aku bekerja sebagai pengajar bahasa Inggris di sebuah startup edukasi lalu aku mengaplikasikan apa yang aku tau tentang pengajaran itu ke topik kesehatan mental gitu," terang Irwan kepada Wolipop.

Saat ini Irwan sendiri mengaku sudah tak lagi bekerja kantoran. Ia ingin fokus meniti kariernya sebagai konten kreator kesehatan mental. Walaupun tak memiliki landasan dari jurusan psikologi, namun ilmu-ilmu seputar kesehatan mental itu didapatkan oleh Irwan melalui internet, jurnal, teman-teman psikolog dan psikiater, serta ikut dalam salah satu komunitas yang berhubungan dengan kesehatan mental.

"Di sini aku cerita sedikit ya mengenai pengalaman aku menjadi creator konten mental health. Itu sendiri sebenarnya awalnya itu dimulai pada saat aku join salah satu komunitas pencegahan bunuh diri yang bernama Into the Light Indonesia nah itu di akhir tahun 2019 sampai 2020 itu aku sempat ada training dulu," jelas Irwan.

Irwan mengungkapkan jika komunitas tersebut yang membuatnya banyak belajar mengenai kesehatan mental. Di dalam komunitas tersebut banyak juga volunteer yang landasannya bukan dari jurusan psikologi seperti dirinya. Sehingga sebelum benar-benar masuk menjadi anggota, terlebih dulu ada penyamarataan materi, sehingga bisa sepaham.

Hingga saat ini Irwan Wantja sudah menjalani profesi sebagai konten kreator mental health selama 2 tahun. Ia memulainya di tahun 2020 sekitar bulan Juli. Diundang menjadi pembicara di berbagai acara pun sudah pernah dirasakan Irwan. Umumnya yang mengundangnya sebagai pembicara adalah para mahasiswa.

Tak hanya membahas mengenai kehatan mental, terkadang ketika menjadi pembicara dirinya juga bisa membahas mengenai penulisan, pembuatan karya, serta ilustrasi. Seperti yang diketahui ilustrasi berupa doodle menjadi salah satu daya tarik di konten-konten seputar kesehatan mental yang dibuat oleh Irwan.

Dalam membuat konten-kontennya sendiri Irwan juga tetap memiliki batasan. Ia tak bisa membuat konten-konten yang terlalu dalam yang bukan di bidangnya.

"Tentunya sebagai kreator konten itu juga ada batasannya gitu. Aku nggak bisa bawain yang terlalu dalam atau mungkin bukan ranah aku, yang butuh spesifikasi atau spesialisasi khusus gitu ya. Jadi aku bawainnya mostly ke yang self development aja sih, kayak pengembangan diri, bagaimana mengatur produktivitas, bagaimana caranya biar bisa self helping diri sendiri gitu," terangnya.

Selalu berusaha memberikan semangat positif mengenai kesehatan mental kepada orang lain, nyatanya Irwan juga pernah mengalami masalah kesehatan mental. Ia pernah merasa stress karena pekerjaannya di kantor.

"Aku pernah sih stress banget, pernah merasakan burnout karena aku merasa udah nggak bisa mengendalikannya. Dan satu-satunya jalan dari kerjaan itu adalah aku harus cabut. Aku udah nggak kepikiran cara lain lagi tapi pada akhirnya ternyata ketika aku speak up ke orang-orang sekitar, cerita masalah ini, dan apa yang buat aku gundah di kantor, akhirnya aku nemu ada orang-orang yang bisa jadi support system aku dan akhirnya masalahnya pun selesai," ungkap Irwan.

Berdasarkan pengalaman yang telah dilaluinya, Irwan pun menyarankan jika menghadapi suatu masalah maka cari tahu terlebih dahulu apa sumber dari masalah tersebut. Dengan demikian barulah masalah bisa diselesaikan. Hingga saat ini Irwan Wantja sendiri sudah berhasil mengumpulkan sekitar lebih dari 103 ribu pengikut di Instagramnya.



Simak Video "Bedanya Cemas di Quarter Life Crisis dan Anxiety Disorder"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)