Momen Hari Kartini, PTPL Gelar Sharing Session Kepemimpinan Perempuan

Yudistira Imandiar - wolipop Kamis, 28 Apr 2022 17:21 WIB
Pertamina Lubricants Foto: Pertamina Lubricants
Jakarta -

PT Pertamina Lubricants (PTPL) berkomitmen untuk mendorong kiprah para perempuan di lingkungan perusahaan. Termasuk juga dalam hal memberikan kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pimpinan perusahaan.

PTPL, sebagai bagian dari BUMN Pertamina turut mendukung target peningkatan 25% kepemimpinan perempuan di tahun 2023 untuk lingkungan BUMN dan bersama-sama mendorong kepemimpinan perempuan, kesetaraan gender dan ketersediaan peluang yang sama di dunia kerja.

Sejalan dengan komitmen tersebut, dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus membangun forum diskusi antar pekerja perempuan dan women leaders, PT Pertamina Lubricants (PTPL menyelenggarakan sharing session bertajuk Energi Kartini: Women Empowerment 'Mendorong Kepemimpinan Perempuan di Pertamina Lubricants Sebagai Wujud Implementasi Kesetaraan Gender di Lingkungan Kerja'.

Acara yang berlangsung pada Selasa (26/4) itu diselenggarakan secara hybrid via Microsoft Teams dan menghadirkan sederet pemimpin perempuan di lingkungan BUMN, Pertamina dan PTPL, antara lain Direktur Keuangan Pertamina sekaligus Ketua Pertiwi Pertamina dan Ketua IV Bidang Komunikasi dan Kerjasama Srikandi BUMN Emma Sri Martini, Direktur Pemasaran PT Wijaya Karya industri Energi (WINNER) Puspita Anggraeni, serta Komisaris Utama PTPL Dewi Yustisiana, dan Direktur Sales & Marketing PTPL Sari Rachmi sebagai narasumber forum diskusi.

Pertamina LubricantsFoto: Pertamina Lubricants

Acara ini bertujuan untuk menginspirasi pekerja di PTPL terkait kisah kepemimpinan perempuan di Pertamina dan BUMN. Acara ini sekaligus menjadi wadah yang positif untuk menggali lebih dalam isu-isu yang dihadapi oleh pekerja perempuan PTPL, guna mewujudkan kesetaraan gender dan lingkungan kerja yang mendorong perempuan untuk berkarya dan berinovasi dengan optimal.

Dalam keynote speech-nya, Emma Sri Martini memaparkan terkait bagaimana kepemimpinan perempuan memberikan dampak pada performa bisnis perusahaan. Ia mengulas data maupun survei dari benchmark global dan nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kehadiran pemimpin perempuan dalam posisi-posisi strategis di level CEO, direksi dan manager berkontribusi terhadap peningkatkan kinerja perusahaan.

Emma menjelaskan gender equality tidak hanya sekedar gender issue tapi juga merupakan business issue, dan bagaimana eksistensi female leaders dalam memberikan efek kepada performa. Ia menegaskan kepemimpinan perempuan berkorelasi dengan organisasi yang lebih kuat dan kesesuaian dengan pelanggan, talent pool yang lebih luas, sisi pengambilan keputusan yang meningkat serta tata kelola yang lebih baik.

"Dalam hal kebijakan, Pertamina, termasuk Pertamina Lubricants, juga sudah diwadahi policy-policy yang cukup solid seperti respectful work policy, zero harassment policy, human rights policy, dan sarana prasarana terkait dengan support system dan ecosystem yang nyaman bagi perempuan sehingga mendukung kenyamanan kerja. Tak kalah pentingnya juga adalah adanya saluran komunikasi manakala terjadi grievances, harassment, dan ketidaknyamanan bekerja sehingga hal-hal tersebut dapat di address," papar Emma.

Pertamina Lubricants Foto: Pertamina Lubricants

Sementara itu, Puspita Anggraeni memaparkan berbagai benefit terkait keberadaan pemimpin perempuan di lingkungan kerja seperti peningkatan produktivitas dan revenue, mendorong kerja sama tim, menghadirkan pespektif lain dalam resolusi konflik dan pengambilan keputusan dan cenderung memiliki kemampuan komunikasi yang kuat.

"Di WIKA, kami diajarkan untuk menciptakan successor sebagai ruang untuk tumbuh. Jadi pastikan jika bertumbuh jangan sendirian. Ketika mengembangkan seorang perempuan untuk menjadi pemimpin dibutuhkan mentorship, training, dan sponsorship dari berbagai pihak ditambah dengan sustainable work environment dan peran yang lebih beragam serta selebrasi akan inklusivitas," papar Puspita.

Dalam acara tersebut, Komisaris Utama PTPL Dewi Yustisiana dan Direktur Sales & Marketing PTPL Sari Rachmi bersama Vinni Indrawati Human Capital Manager PTPL selaku moderator juga menyapa seluruh pekerja perempuan PTPL dengan harapan dapat berdialog dan menyerap berbagai aspirasi, tantangan, suka duka, dan harapan dalam bekerja dari seluruh pekerja perempuan PTPL.

Dewi mengatakan transformasi harus bermula dari pikiran. Sebab, dari pikiran seseorang dapat menentukan rencana untuk masa depannya, menentukan tantangan yang ingin dihadapinya dan menentukan kepercayaan dirinya. Sebagai bagian dari perubahan, Dewi berharap pekerja perempuan tidak terpaku hanya pada hal-hal yang dilakukan secara rutin dan dapat melangkah keluar dari zona nyaman, mengingat seorang leader dituntut dapat membuat suatu keputusan bisnis.

"Keputusan bisnis itu sendiri akan selalu cenderung mengarah pada hal-hal yang berada di luar zona nyaman kita dan mengandung risiko-risiko bisnis oleh karena itu pekerja perempuan dituntut lebih percaya diri untuk keluar dari zona nyamannya sebagai langkah awal dari perubahan dan ikut mendukung secara aktif transformasi bisnis yang sekarang sedang berlangsung di lingkungan kerja PTPL. Lebih lanjut, ketika mewujudkan kepemimpinan, perempuan harus berani untuk membaur dan belajar dari banyak orang dengan latar belakang dan pengalaman beragam," urai Dewi.

Dewi berharap pekerja perempuan di PTPL mampu menjadi bagian dari tumbuhnya semangat memimpin di lingkungan BUMN.

Sementara itu, Sari turut menegaskan PTPL berkomitmen untuk membangun support system untuk seluruh pekerja perempuan. Hal ini akan dapat tercapai dengan dialog berkala yang akan memberikan gambaran spesifik terkait isu-isu yang dihadapi pekerja perempuan di seluruh wilayah kerja PTPL di Indonesia.

"Dengan begitu PTPL dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang memberikan ruang aman tanpa batas dan mendukung peran perempuan dalam lingkungan kerja," kata dia.

PTPL berencana untuk melakukan dialog dan sharing session untuk pekerja perempuan di lingkungan PTPL secara berkala dan rutin, menjadikannya sebagai wadah yang dapat mendorong pekerja perempuan di PTPL menjadi Talent Perempuan di Pertamina dan menjadi kandidat-kandidat pemimpin perempuan di lingkungan BUMN.



Simak Video "Suasana Doa Bersama di Monumen Ari-ari RA Kartini"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)