Siasat Happy Salma Urus Bisnis Perhiasan di Tengah Kesibukan Akting

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 26 Mar 2022 16:05 WIB
Koleksi Pustaka Tulola: Ketenangan Jiwa Happy Salma, aktris dan pendiri Tulola Jewelry, menghadiri acara peluncuran Pustaka Tulola baru-baru ini. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Karier Happy Salma di dunia pertunjukan semakin bersinar. Baru-baru ini, ia baru pulang dari Berlin International Film Festival (Berlinale) 2022 karena film 'Nana (Before, Now & Then) yang dibintanginya masuk nominasi. Bisnis perhiasan yang dirintisnya pun berkembang setelah 14 tahun eksis. Lantas, bagaimana ia bisa melakukan semua secara bersamaan?

Selain akting di depan kamera, Happy Salma juga aktif di panggung teater. Perempuan 42 tahun ini tak cuma tampil sebagai pelakon, tapi juga produser dan penggagas konsep. Selama setahun, setidaknya ada 15 pentas yang digarapnya.

BERLIN, GERMANY - FEBRUARY 16: Happy Salma arrives for the closing ceremony of the 72nd Berlinale International Film Festival Berlin at Berlinale Palast on February 16, 2022 in Berlin, Germany. (Photo by Sebastian Reuter/Getty Images)Happy Salma di karpet merah Berlin International Film Festival 2022. (Foto: Getty Images/Sebastian Reuter)

Di sela kesibukan tersebut, Happy Salma masih sempat mengurusi Tulola Jewelry. Merek perhiasan etnik bergaya modern ini didirikannya bersama artisan perhiasan Bali Sri Luce-Rusna pada 2008. Franka Franklin Makarim, istri Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Nadiem Makarim, lalu bergabung sebagai co-founder.

Baru-baru ini, Tulola Jewelry menandai babak baru dalam perjalanannya dengan meluncurkan Pustaka Tulola. Ini adalah divisi baru Tulola yang bertanggung jawab mendata segala bentuk kekayaan intelektual berupa motif dan desain yang pernah dibuat selama ini.

Pustaka Tulola juga mewujud dalam koleksi kolaborasi dengan meastro seni yang rencananya hadir setiap awal tahun di luar koleksi utama. 'Ketenangan Jiwa', buah kolaborasi Tulola dan seniman keris Bali I Made Pada, menjadi koleksi perdana Pustaka Tulola.

Tulola Jewelry gandeng seniman keris Bali I Made Pada. Bertajuk Ketenangan Jiwa, koleksi perhiasan ini turut menandai kehadiran Pustaka Tulola.Di balik layar koleksi perhiasan 'Ketenangan Jiwa'. Tampak pendiri Tulola Jewelry, Happy Salma dan Sri Luce-Rusna sedang berdiskusi dengan I Made Pada. (Foto: Dok. Tulola Jewelry)

Meski kegiatannya makin padat, Happy Salma tak merasa kewalahan. "Semua bisa berjalan karena delegasi. Kalau saya mau fokus dulu di film atau teater, saya mendelegasikan dulu urusan Tulola untuk sementara. Begitu pula sebaliknya. Namun, saya selesaikan dulu kerjaan yang ada." katanya saat peluncuran koleksi 'Ketenangan Jiwa' baru-baru ini.

Ia pun merasa beruntung berada di lingkungan profesi yang didominasi oleh perempuan, khususnya para ibu. "Kalau ibu-ibu, jagonya urusan multi-tasking. Hehehe," ujar ibu dua anak itu berseloroh.

Koleksi Pustaka Tulola: Ketenangan JiwaHappy Salma saat peluncuran Pustaka Tulola. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Sulit bagi Happy untuk memilih ketika ditanya lebih menikmati karier di seni pertunjukan atau dunia perhiasan. Semua sama-sama memberikan kepuasan dan sukacita tersendiri.

"Dan semua ternyata saling bersinergi. Hasil riset untuk pertunjukan aku bisa pakai sebagai inspirasi koleksi perhiasan. Tulola memang lahir dari kekuatan sastra," kata Happy Salma yang bertanggung jawab mengurusi konsep dan ide perhiasan Tulola.

(dtg/dtg)