Kisah Sukses Pemuda Jualan Bumbu Jadi di Pasar, Sebulan Omzetnya Rp 60 Juta

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 29 Jan 2022 07:00 WIB
sukri Sukri, Pedagang Bumbu Jadi di Pasar. Foto: YouTube Frankav12
Jakarta -

Seorang pria bernama Sukri menuturkan kisahnya sebagai pedagang bumbu jadi. Pemuda tersebut merantau dari Palembang ke Pulau Jawa dan bersusah payah membangun usahanya sendiri. Bermodal semangat dan ketekunan, Sukri kini sukses bahkan bisa menghasilkan omzet Rp 60 juta per bulan. Sukri yang masih berusia 19 tahun pun membagi perjuangannya kepada sesama anak muda.

Sukri telah berjualan di pasar di kawasan Bogor selama tiga tahun terakhir. Ia menjajakan berbagai macam bumbu giling mulai dari cabai, bawang, kemiri, lada hingga bumbu jadi, seperti balado dan ayam goreng. Dalam video yang diunggah di YouTube Frankav12, pria tersebut pun membagi membagikan suka dukanya merantau dan berdagang dari pukul 04:00-14:00. Meski penjualan menurun karena pandemi, ia mengaku bersyukur masih bisa menjalan usaha.

"Paling sedikit (boleh) beli Rp 2 ribu, meringankan masyarakat juga kan namanya juga di kampung ini mah, pasar pelosok kata orang, yang penting kan kita hasilnya," kata Sukri.

sukriSukri, Pedagang Bumbu Jadi di Pasar Foto: YouTube Frankav12

Sukri memang mengantongi penghasilan yang tidak sedikit. Ia bisa membawa pulang Rp 2-3 juta per harinya. Meski kini bisa dibilang sukses, Sukri sempat mencicip berbagai kesusahan dan kegagalan. Pria tersebut juga pernah mencoba ke beberapa daerah lain sebelum akhirnya berjualan di Bogor.

"Saya merantau dari Palembang, pernah ke Bandung, di Jakarta cuma pernah sebentar 2 bulan, liat-liat pasar ketemunya di sini. Saya juga pernah gagal, yang penting semangat jangan menyerah.

sukriSukri, Pedagang Bumbu Jadi di Pasar Foto: YouTube Frankav12

"Waktu itu modal Rp 10 juta habis, akhirnya kerja sama orang lagi cari modal lagi lalu cari-cari pasar cari sampai ke pelosok dapatnya di sini dan sini yang penting alhamdulillah," ujarnya.

Awal berjualan ia mengaku masih sepi pembeli. Sempat hampir kehabisan modal, usahanya mulai ramai pada bulan Ramadhan. Ketika banyak penjual pulang kampung, ia tetap berjualan dan pelanggan mulai berdatangan. Ketika itu, Sukri juga sempat merasakan tidur di pasar karena tidak punya uang lagi untuk bayar kontrakan.

sukriSukri, Pedang Bumbu Jadi di Pasar Foto: YouTube Frankav12

Bisa dibilang masih muda, keadaan Sukri di perantauan tentu mengkhawatirkan keluarga. Tapi ia tidak mau membagi kisah sulitnya kepada mereka. Sejak awal pemuda itu memang bertekad untuk bekerja agar tidak menyulitkan orang tua.

"Nggak pernah kasih tahu orang tua, kalau anak rantau jangan pernah kasih cerita sedih ke orang tua, kasih tahu senangnya saja. Kalau sudah berhasil baru dikasih tahu pernah susah. Setiap saya ditanya orang tua sudah makan, pasti bilangnya sudah. Kita yang penting, tabah, yakin, dan sabar," kata pria yang dagangannya sering jadi langganan penjual nasi padang dan sate tersebut.

Sukri pun membagi semangatnya kepada anak-anak muda lain, terutama mereka yang suka 'rebahan' dan jadi 'beban' orang tua. "Kalau mau tahu perjuangan, proses, kita harus jauh dulu dari orang tua. Rasain lika liku hidup, manis pahitnya, biar tahu kenikmatannya setelah berhasil nanti. Jangan pernah menyerah. Susahnya biar kita tanggung sendiri yang merasakan," kata Sukri.

(ami/ami)