ADVERTISEMENT

Kisah Sukses Tukang Koran Jadi Juragan Baju Bekas, Kini Omzetnya Rp 175 M

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 13 Jan 2022 06:00 WIB
A young woman is browsing a rail of clothes at a street market Foto: Dok. Big Issue
Jakarta -

Seorang pengusaha mengungkap kisah inspiratifnya yang bikin salut. Berawal dari menjajakan koran di jalan, kini ia bisa memiliki bisnis fashion yang cukup sukses. Pria yang dulunya pecandu narkoba itu mengaku banyak belajar dari usaha kecil-kecilan yang membawanya pada skala yang lebih besar. Jadi juragan busana, ia pun bisa mengumpulkan hingga ratusan miliar.

Berjualan koran mungkin bukan pekerjaan yang dinilai bisa membawa banyak keuntungan. Tapi jika dijalani dengan sungguh-sungguh, usaha kecil pun bisa berkembang jadi besar. Seperti yang dilakukan Philip Waltham. Pria asal Inggris tersebut memulai bisnis dengan menjual majalah Big Issue selama tiga tahun. Bukan soal keuntungannya, ia menekankan pentingnya proses pembelajaran.

"Big Issue menolongku mengumpulkan uang dan menafkahi diriku sendiri. Mereka mengajarkanku untuk menghormati diriku sendiri. Mereka mengajarkanku bagaimana mengelola uangku dan pentingnya sebuah 'atap'," ungkapnya dilansir Dailystar.

Philip WalthamPhilip Waltham Foto: Dok. Big Issue

Sebelum berjualan koran yang diproduksi untuk dijajakan orang-orang tidak punya rumah itu, Philip adalah remaja yang kecanduan narkoba. Ia kemudian kabur dari tempat rehabilitas lalu memutuskan untuk mencari pekerjaan.

"Aku harus punya uang untuk bisa membeli Big Issue jadi aku bisa menjualnya dan itu mengajarkanku bagaimana mengelola uang. Pekerjaan yang menyelamatkan hidupku adalah menjual baju bekas tapi aku tidak akan bisa ada di sini tanpa Big Issue," ujarnya.

Setelah punya cukup modal dari berjualan majalah, Philip beralih menjual busana bekas. Ia pertama kali membuka toko di pasar dan kini sudah punya dua toko baju di jalan besar di Newcastle dan York. Dilaporkan jika pria 44 tahun itu akan membuka dua cabang lagi di Liverpool dan Manchester. Kini bisnisnya bernilai £9 juta atau sekitar Rp 175 miliaran.

"Kami melawan fast fashion. Kami menyelamatkan pakaian dari tempat pembuangan sampah, kami pergi ke pabrik besar dan mengambil pakaian. Tahun lalu kami menyelamatkan 600 ton busana dan menggunakannya kembali untuk dijual kembali," ungkapnya.

(ami/ami)