ADVERTISEMENT

Jadi Kontroversi, Kisah Wanita Jual Sel Telurnya Sebagai NFT

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 08 Des 2021 11:44 WIB
Narine Arakelian Foto: Instagram @narinearakelianofficial
Jakarta -

Narine Arakelian adalah seniman asal Armenia berbasis di Amerika Serikat tengah membuka eksibisi lukisan bertajuk Love, Hope, Live. Tak hanya memamerkan karya-karyanya, ia juga menjual salah satunya sebagai NFT. NFT sendiri adalah non-fungible token atau duplikasi dari karya seni atau teknologi yang diedarkan atau dijual secara resmi dan dibeli menggunakan kriptokurensi.

Tapi berbeda dari yang lain, Narine ikut menawarkan salah satu sel telurnya untuk siapa pun yang membeli karya seni tersebut. Narine pun mempersilahkan bahkan mengharapkan pembeli untuk benar-benar menggunakannya. Artinya Narine bisa saja punya anak dari penjualan lukisannya.

Dilansir Page Six, wanita 42 tahun tersebut hingga kini belum menentukan harga untuk lukisan sekaligus sel telurnya. Tapi ia berharap akan mengambil harga tertinggi ketika nanti dilelang. Ibu satu anak itu juga menantikan punya anak lagi dari penjualan karyanya.

Narine ArakelianNarine Arakelian Foto: Instagram @narinearakelianofficial

"Adalah sebuah bentuk kreatifitas yang indah untuk memberikan hadiah kesenian dan kehidupan. Karya seniku adalah untuk anak-anakku dan fakta bahwa ini bisa benar-benar menghasilkan seorang anak adalah sesuatu yang luar biasa," katanya. "Karya seni ini akan selalu berarti untuk pembeli karena membawa mereka pada anak mereka. Itu akan selalu jadi memori yang spesial," lanjut Narine.

Seperti apa lukisan yang dijual Narine? Karya tersebut bisa dibilang sederhana yakni rangkaian huruf yang disusun dan bertuliskan Hope, Love, dan Live. Tapi yang dijual sebagai NFT hanya yang bagian Live. Ia pun akan segera memulai produser untuk pengambilan sel telur setelah pembeli siap.

Narine ArakelianNarine Arakelian Foto: Instagram @narinearakelianofficial

Hal ini tentu mengundang kontroversi. Sebagian orang menganggap ini tak masuk akal dan ia hanya cari perhatian. Terlebih tidak dijelaskan apakah Narine bersedia mencoba lagi jika sel telur itu gagal dibuahi. Seperti diketahui, kesuburan seorang wanita juga bisa jadi menurun seiring dengan usia. Tapi wanita tersebut percaya diri ia bisa menghasilkan anak.

"Seni selalu mengenai persepsi. Jika orang melihat ini sebagai pertunjukan maka itu benar. Bagaimanapun, keputusanku tidak didasarkan pada apakah ini pertunjukan tapi lebih kepada hadiah terbesar yang bisa aku beri dengan seniku,"

"Sel telur ini diharapkan bisa menghasilkan seorang anak dan itu akan menjadi anak, bukan seni. Bagaimanapun aku berharap anak dan orang tuanya akan selalu merasa ada koneksi spesial dengan seni dan NFT-nya," tutur Narine.

(ami/sra)