Portugal Hingga Korea, 5 Negara Larang Bos Hubungi Pegawai di Luar Jam Kerja

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 15 Nov 2021 13:15 WIB
Young business woman having a break drinking an hot coffee on the rooftop of his office building in downtown Seoul, South Korea. Foto: iStock
Jakarta -

Selama WFH, banyak orang kesulitan untuk memisahkan waktu untuk kerja dan privasi. Hal itu seringkali membuat tubuh dan pikiran jadi lebih lelah apalagi jika bos masih saja meminta ini itu. Demi mendukung hidup yang lebih seimbang, Portugal mengesahkan undang-undang yang melarang bos menghubungi pegawai di luar jam kerja.

Dilansir CNN, Portugal telah mengesahkan aturan baru mengenai batasan dalam bekerja. Kini para atasan dilarang untuk menghubungi bawahan mereka di luar jam kerja yang ditentukan melalui telepon, pesan, atau email. Hal itu dilakukan untuk menjaga privasi dari para pegawai dan membiarkan mereka beristirahat.

Portugal Melindungi Pegawai yang WFH

Larangan ini merupakan bagian dari undang-undang terkait bekerja dari rumah. Kini pekerja di Portugal bisa melakukan tugas mereka dari luar kantor atau meminta untuk dapat keleluasaan memilih tempat kerja. Bos pun diharapkan untuk tidak menghubungi mereka di luar jam kerja jika tidak mau dapat denda.

Terkait WFH, Portugal juga mengharuskan perusahaan untuk memfasilitasi pegawai dengan alat-alat yang seharusnya. Para pegawai diperbolehkan untuk reimburse jika ada biaya tambahan, misalnya untuk listrik atau bensin. Aturan-aturan yang dibuat oleh negara sosialis ini tentu membuat para pekerja di luar Portugal merasa iri.

Portugal sebenarnya bukan orang pertama yang menerapkan aturan tersebut. Berikut empat negara lainnya..

Perancis Larang Bos Email Pekerja di Luar Jam Kerja

Aturan serupa sudah diperlakukan Perancis sejak 2017. Pegawai memiliki hak untuk tidak membalas pesan atau panggilan dari bos setelah jam kerja berakhir. Hal itu dilakukan untuk menghormati privasi dan mendukung work life balance.

Korea Selatan Mencegah Budaya Kerja Penuh Tekanan

Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara yang penuh tekanan dalam dunia kerja. Untuk melonggarkan budaya tersebut, diajukan undang-undang agar bos tidak menghubungi pegawai lewat pesan, telepon, atau media sosial di luar jam kerja. Sejak Juli tahun ini, jam kerja sudah dibatasi menjadi 51 jam dalam seminggu sehingga mereka bisa menikmati waktu untuk diganggu bos lebih lama jika aturan sebelumnya sudah disahkan.

Pekerja di Spanyol Boleh Mematikan Ponsel di Luar Jam Kerja

Spanyol juga mendukung work life balance dengan menerapkan aturan serupa. Di luar jam kerja, pekerja mendapat hak untuk mematikan handphone atau perangkat digital kerja lainnya agar waktu istirahat mereka tidak terganggu. Hal ini berlaku untuk pekerja di pemerintahan atau perusahaan swasta.

Jerman Mencegah Pekerja Stres dan Kelelahan

Sejak 2014, sejumlah perusahaan telah menerapkan aturan kerja untuk mencegah para pegawai stres dan lelah berlebihan. Salah satunya adalah Volkswagen yang bahkan tidak akan meneruskan email ke semua pegawai setengah jam sebelum jam kerja berakhir. Sedangkan di perusahaan lain, pekerja mendapat hak untuk mematikan handphone atau tidak menerima pesan dari kantor saat waktunya off demi menjaga kesehatan mental mereka.

(ami/ami)