Ahli Ekonomi Ungkap Sisi Negatif Wanita WFH, Dianggap Bisa Merusak Karier

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 15 Nov 2021 07:30 WIB
Ilustrasi ibu bekerja Foto: iStock
Jakarta -

Sejak pandemi Corona banyak orang merasa bahwa bekerja tak perlu selalu ke kantor. WFH (Work From Home) dianggap lebih nyaman, praktis, dan hemat. Tapi tak selalu menguntungkan menurut seorang ahli ekonomoni, terutama untuk wanita. Dikatakan jika terus WFH justru bisa memperbesar kesenjangan penghasilan hingga merusak karier.

Catherine Mann baru-baru ini berbicara mengenai budaya baru yang memungkinkan para profesional punya pilihan tempat bekerja. Berdasarkan data, lebih banyak pria yang kembali ke kantor sementara wanita lanjut bekerja dari rumah. Komite Kebijakan Moneter Bank Inggris itu pun menilainya sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.

Dalam pertemuan Financial News yang membahas peran wanita dalam dunia ekonomi, ia menjelaskan paparannya. Menurutnya pilihan untuk kerja dari rumah malah bisa menghambat karier wanita.

"Wadah virtual sudah jauh lebih baik dari pada lima tahun lalu. Tapi spontanitas adalah hal yang sulit digantikan dengan pertemuan virtual. Ada potensi terjadi dua jalur. Ada orang yang di jalur virtual dan orang yang di jalur fisik. Aku khawatir kita akan melihat dua jalur itu berkembang dan kita akan tahu siapa yang akan berada di mana," katanya.

Catherine merasa bahwa wanita akan memilih jalur virtual atau bekerja di rumah. Padahal hadir secara fisik dalam lingkungan kerja adalah faktor penting untuk perkembangan karier mereka. Hal itu berhubungan dengan peran mereka sebagai ibu dan istri. Keinginan untuk bersama keluarga dinilai bisa mempengaruhi pekerjaan untuk mereka yang mau mengembangkannya.

"Perusahaan kini melihat pekerja tidak perlu bertatap muka. Pertanyaan besarnya adalah selama 15 bulan apakah ada cukup banyak pria yang bilang hidup bukan hanya soal pekerjaan. Apakah mereka mulai memprioritaskan dan mengerti pentingnya keluarga?" lanjut Catherine.

Menurutnya akan menjadi masalah jika kebanyakan pria akan bekerja di kantor selagi wanita menerapkan cara 'hybrid' dengan mencampurkan tatap muka fisik dengan virtual. "Wanita akan bekerja di rumah dan pria akan lebih banyak masuk kantor dalam seminggu daripada wanita, itu akan mempengaruhi karier mereka," ucapnya.

Mengenai masalah ini Joeli Brearly dari Pregnant Then Screwed juga mengungkap pendapatnya. Ia pun beropini bahwa wanita akan memilih untuk bekerja dari rumah. Bahayanya adalah mereka memiliki waktu yang lebih jarang dengan rekan dan bos. Karena itu, para wanita yang lebih sering WFH dapat terlihat kurang berkomitmen dibanding teman-teman yang masuk kantor.

(ami/ami)