Operasi Plastik Ini Favorit No. 1, Kalahkan Implan Payudara Sejak Pandemi

Hestianingsih - wolipop Rabu, 12 Mei 2021 08:00 WIB
Close-up Of A Surgeon Drawing Perforation Lines On Young Womans Face For Plastic Surgery Ilustrasi wanita operasi plastik. Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi virus Corona membuat operasi plastik dan prosedur kecantikan lainnya seperti Botox dan filler semakin diminati. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 1.000 wanita, 11 persen wanita lebih tertarik operasi plastik dibandingkan pada saat sebelum merebaknya COVID-19.

Hasil survei dari perusahaan riset Equation Research juga menunjukkan jenis operasi plastik terpopuler di masa pandemi virus Corona pada 2020 lalu. Rhinoplasty atau operasi plastik hidung memuncaki posisi teratas sebagai prosedur kecantikan yang paling diminati.

Total ada 352.555 tindakan operasi plastik hidung sepanjang 2020, menggantikan operasi pembesaran payudara, yang selalu menduduki popularitas teratas sejak 2006. Diikuti dengan operasi kelopak mata sebanyak 352.112 prosedur, facelift 234.374 prosedur, liposuction dengan 211.067 dan pembesaran payudara 193.073 di posisi kelima.

Ilustrasi operasi hidungIlustrasi operasi hidung. Foto: Thinkstock

Sejumlah spesialis bedah plastik dan dermatologist sebelumnya memang sudah memprediksi bahwa prosedur kecantikan di area wajah akan semakin populer di masa pandemi. Seperti dikutip dari Allure, satu teori menyebut bahwa peningkatan permintaan operasi hidung disebabkan oleh tren video call, meeting virtual dan juga WFH (kerja dari rumah).

Aturan lockdown dan pembatasan sosial di berbagai negara membuat orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan menggunakan media sosial. Hal itu membuat mereka banyak bersosialisasi dan melakukan komunikasi lewat video call. Ada pula yang bisa berjam-jam membuat video TikTok, YouTube dan Instagram Story.

Semua kegiatan tersebut lebih fokus ke area wajah sehingga mereka pun mementingkan tampilan tubuh bagian atas ketimbang bawah. Jadi agar terlihat lebih menarik di video atau kamera, operasi plastik di area wajah pun jadi pilihan.

Tren operasi plastik ini bisa saja terus berlanjut apabila pandemi belum juga mereda atau hilang. Namun ahli bedah plastik Lynn Jeffers mengatakan belum bisa memprediksi kecenderungan tren di 2022.

"Kita akan lihat apakah popularitas ini akan berlanjut, atau apakah ini memang pergeseran gaya hidup terkait COVID yang membuat kita memandang wajah seharian di layar komputer besar," tuturnya.

(hst/hst)