Viral Foto Wanita Berani Lawan Taliban Saat Ditodong Senjata Ketika Demo

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 10 Sep 2021 13:45 WIB
Women gather to demand their rights under the Taliban rule during a protest in Kabul, Afghanistan, Friday, Sept. 3, 2021. As the world watches intently for clues on how the Taliban will govern, their treatment of the media will be a key indicator, along with their policies toward women. When they ruled Afghanistan between 1996-2001, they enforced a harsh interpretation of Islam, barring girls and women from schools and public life, and brutally suppressing dissent. (AP Photo/Wali Sabawoon) Foto: AP/Wali Sabawoon
Jakarta -

Beberapa waktu lalu para wanita di Afghanistan menggelar protes untuk menuntut hak-hak mereka yang dirampas setelah Taliban berkuasa. Tentu kelompok tersebut tidak tinggal diam. Dilaporkan bahwa sejumlah wanita menjadi korban kekerasan selagi mengadakan unjuk rasa padahal berjalan secara damai. Foto dan video yang memperlihatkan keberanian mereka melawan Taliban pun viral di media sosial.

Sepekan ini sejumlah aksi demonstrasi terjadi di Kabul. Salah satunya adalah unjuk rasa yang dilakukan wanita untuk menuntut hak mereka bekerja di pemerintahan. Diketahui jika dalam kabinet menteri terbaru tidak terlihat keterlibatan satu pun dari mereka. Sayangnya, para wanita malah dipukuli hingga ditodong senjata.

Taliban memang sering tak kenal ampun pada mereka yang menentangnya, termasuk kepada wanita. Tapi dalam video dan foto yang diunggah di Twitter, fakta tersebut tampaknya tak menghalangi mereka untuk melakukan perlawanan demi terpenuhinya hak-hak wanita. Salah satu foto viral yang diambil oleh jurnalis menunjukkan bagaimana salah seorang wanita tetap berani berhadapan dengan Taliban meski ditodong senjata.

Aktivis Masih Alinejad juga mengunggah sejumlah video yang bisa jadi mempermalukan Taliban. Dalam postingan terlihat jika para wanita tetap maju untuk menjalankan aksi protes meski berusaha disetop para tentara. "Ini adalah pengertian keberanian secara teori. Wanita Afghan masih berani memprotes hak-hak mereka di depan Taliban yang menodong senjata,"



Dalam sebuah video, seorang wanita diwawancarai mengenai aksinya. Ia mengaku tidak takut dengan Taliban bahkan jika harus terluka untuk menuntut keadilan. "Aku siap untuk berdarah demi negaraku dan hak-hak wanita. Aku tidak takut lagi dengan Taliban," katanya.




(ami/ami)