Cerita Pembaca Berita Dicaci Maki Taliban karena Tak Berhijab & Pakai Makeup

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 23 Agu 2021 09:23 WIB
Mehr Mursal Amiri Foto: Twitter
Jakarta -

Kehidupan Afghanistan mulai berubah sejak Taliban mengambil alih kekuasaan. Seorang presenter berita pun menceritakan kisahnya yang baru-baru ini dipaksa untuk pulang dari stasiun televisi. Ia ditodong dengan pistol dan diancam untuk tidak kembali lagi ke pekerjaannya. Wanita bernama Mehr Mursal Amiri tersebut juga dicaci maki karena penampilannya.

Mehr Mursal Amiri telah diminta untuk pulang dan jangan kembali ke stasiun televisi RTA di Kabul oleh Taliban. Jurnalis yang membawakan acara berita pagi hari itu pun mengakui ketakutannya untuk masa depan Afghanistan dan para wanita.

"Semuanya sudah berubah dan menjadi lebih buruk. Demokrasi sudah hilang dan masa depan sangat gelap, terutama untuk para wanita di negaraku," ungkapnya dilansir Dailymail.

Wanita 24 tahun itu pun bercerita bagaimana pasukan Taliban masuk ke dalam stasiun beritanya. Mereka bersenjata dan marah-marah kepada para atasan. Para wanita di sana pun segera diminta untuk segera meninggalkan gedung.

"Sangat mengerikan untuk kami dan stasiun sudah diambil alih oleh Taliban sekarang, banyak staff pria yang juga diusir. Ketika aku melihat TVku sekarang, aku seperti melihat masjid dengan pria-pria berjanggut bicara tentang agama dan hukum Syariah. Tidak ada yang lain, seperti wanita tidak ada di dunia ini,"

"Aku takut akan masa depan juga khawatir bicara mengenai ini. Tapi aku percaya ini adalah sesuatu yang harus aku lakukan. Afghanistan sudah berjalan jauh walaupun banyak masalah dan aku tidak bisa duduk saja tanpa membuat argumen. Aku harus bersembunyi untuk sementara dan pindah ke alamat lain berjaga-jaga jika mereka mencariku karena dianggap membuat masalah," ujarnya.

Mehr Mursal Amiri yang menyayangkan hak untuk memilih cara berpakaian kini telah direnggut darinya. Wanita yang sedang kuliah jurusan hukum itu pun sempat dicaci maki tentara Taliban karena pakai makeup dan tidak berhijab yang tidak sesuai hukum Islam. Kini ia hanya bisa berdoa untuk keamanan semua orang.

Ketakutan Mehr Mursal Amiri memang bukan tanpa alasan. Selama beberapa waktu terakhir, jurnalis dan sosok-sosok penting yang juga wanita telah menjadi sasaran Taliban. Beberapa waktu lalu muncul laporan bahwa gubernur wanita di sana menghilang dan diduga ditangkap oleh kelompok tersebut.

(ami/ami)