Timnya Hilang Tanpa Kabar, Kapten Bola Wanita Afghanistan Minta Bantuan FIFA

Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 22 Agu 2021 16:34 WIB
shabnam mobarez Foto: Instagram @shabnam_mobarez
Jakarta -

Meski tak harus hidup dengan tekanan Taliban, banyak wanita keturunan Afghanistan yang khawatir dengan nyawa sesamanya di tanah asal mereka. Baru-baru ini, kapten bola wanita Afghanistan pun mengungkap ketakutannya jika para pemain di timnasnya akan dilukai. Dalam postingannya, wanita bernama Shabnam Mobarez tersebut pun meminta bantuan dari FIFA.

Kapten timnas bola Afghanistan Shabnam Mobarez memohon FIFA untuk menyelamatkan rekan-rekannya. Setelah negara berkonflik itu jatuh ke tangan Taliban, banyak orang takut jika para tentara akan melukai bahkan menghilangkan nyawa orang-orang tak bersalah. Shabnam pun mengungkap kekhawatirannya timnas bola wanita akan ditangkap kelompak ekstrimis itu.

"'Apakah kamu baik saja'. Teman-teman setimku di Afghanistan, 'Tidak aku tidak baik-baik saja. Aku tahu mereka tak lama lagi akan mendatangiku, bisakah kamu menolongku?' @FIFAcom bagaimana aku harus menjawab pertanyaan ini? Kita harus bergerak untuk menyelamatkan timku. Mereka adalah saudari-saudariku," tulisnya.

shabnam mobarezshabnam mobarez Foto: Instagram @shabnam_mobarez

Shabnam Mobarez sendiri kini tinggal di Amerika Serikat. Wanita 25 tahun itu dikatakan sempat kontak dengan beberapa pemain sebelum mereka menghilang tak ada kabar minggu ini. Ditakutkan jika mereka sudah dibawa oleh tentara Taliban.

"Mereka berjuang untuk memberdayai wanita di Afghanistan, kami mencoba menggunakan sepak bola sebagai alat untuk memberi wanita suara baru dan membuat mereka memperjuangkan hak-hak mereka tapi sekarang sepertinya bola menjadi sesuatu yang membahayakan mereka dan berpotensi membunuh mereka, yang mana menyakitkan hati,"

"Aku rutin bicara dengan mereka di WhatsApp dan mencoba yang terbaik agar mereka tidak down. Ketika aku kapten di timnas, aku selalu mengatakan pada para pemain bahwa semuanya akan baik-baik saja, mereka bisa menghadapinya bersama.

shabnam mobarezshabnam mobarez Foto: Instagram @shabnam_mobarez

"Sekarang ketika aku bicara dengan mereka, mereka akan menangis di telepon dan ketakutan. Aku tidak bisa bilang semuanya akan baik-baik saja karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok atau seminggu dari sekarang," ujarnya kepada Tribuna Expresso.

Shabnam sendiri telah mengungsi dari Afghanistan ke Denmark ketika berusia enam tahun. Meski begitu, wanita 25 tahun ini tetap ingin berkontribusi pada tanah kelahirannya dengan mengajarkan anak-anak pengungsi main bola hingga membantu orang-orang di sana menyuarakan kondisi mereka. Shabnam sempat ditawari masuk timnas Denmark tapi lebih memilih Afghanistan.

shabnam mobarezshabnam mobarez Foto: Instagram @shabnam_mobarez
(ami/ami)