Pandemi COVID-19 Bikin Orang Kurang Fokus dan Pelupa, Ini Solusinya
Dampak dari PPKM diperpanjang karena COVID-19 bukan hanya berimbas pada ekonomi tapi juga kesehatan mental. Meski menahan diri untuk tetap di rumah lebih aman untuk kesehatan, tidak bisa dipungkiri jika terisolasi mengganggu cara berpikir otak. Berdasarkan studi, selama pandemi banyak orang mendapati diri mereka jadi pelupa dan kurang fokus. Apa alasannya dan bagaimana solusinya?
Para psikolog mengungkap bahwa pembatasan aktivitas dapat merusak konsentrasi seseorang. Berdasarkan studi yang dilakukan kepada 4.000 orang Italia selama lockdown dua bulan di 2020 menunjukkan adanya peningkatan gangguan memori, distraksi, dan melamun di antara mereka. Hal itu disebabkan karena kegiatan yang itu-itu saja dan membuat otak sulit merekam memori.
Menurut Profesor Brett Hayes dari UNSW School of Psychology, beberapa hal yang paling sering terjadi selama lockdown adalah lupa di mana meletakkan handphone, sulit mengingat apa yang harus dikerjakan, dan hilang konsentrasi saat membaca buku atau menonton. Kamu sering mengalaminya juga?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor Hayes menjelaskan bahwa otak manusia bisa merekam lebih baik saat latar belakangnya berubah. Ingatan akan lebih maksimal ketika kita sering pindah dan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda setiap hari yang sayangnya tidak banyak terjadi selama pandemi. Terlebih masa sulit ini juga sering menimbulkan stres, kecemasan, dan depresi yang bisa memperparah kualitas memori.
"Yang kami tahu tentang memori manusia adalah konteks sangatlah penting. Kamu mungkin bekerja di rumah, mengobrol dengan teman atau menonton film tapi otakmu sebenarnya melakukan pengkodean banyak hal lain secara tidak sadar, seperti apa yang terjadi, lokasi, di mana, dan kapan terjadi," ujar Hayes.
"Ketika kamu berada dalam lockdown, kesempatanmu untuk berpindah di lingkungan dan berinteraksi dengan aktivitas yang berbeda jadi terbatas. Hari-hari mulai jadi kabur satu sama lain karena kita punya konteks yang sama setiap hari," tambahnya.
Bagaimana cara untuk mencegah atau memperbaikinya? Profesor Hayes menyarankan agar kita menjaga kesehatan mental dan fisik. Artinya selain tahu cara mengatasi stres, pastikan kamu tetap bergerak dan berolahraga untuk menjaga pikiran tetap rasional. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menelepon orang-orang terdekat.
"Ada bukti bahwa bahkan jika kamu terisolasi, bermain game online di mana kamu menonton dan berlompat-lompat ada manfaatnya," kata Hayes. "Isolasi sepenuhnya sangat buruk untuk fungsi kognitif kita tapi jika kita bisa tetap berinteraksi dengan siapapun di rumah atau secara online, itu bagus," tambahnya.
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
6 Artis Beri Bonus Akhir Tahun untuk Staf, Lisa BLACKPINK Kasih Tas LV
Sosok Ben Gordam, Bos Brand Parfum Byredo yang Disebut Pacar Kendall Jenner
Viral Verificator
Viral! Pria Australia Nikahi Wanita Sumsel, Mahar Fantastis Rp 10 Miliar
5 Gaya Melania Trump di Pesta Tahun Baru, Gaun Bling-bling Jadi Sorotan
Ramalan Zodiak 4 Januari: Aries Banyak Peluang, Taurus Jangan Putus Asa
Potret Celine Evangelista Umrah Bareng Anak, Cantik Natural Tanpa Makeup











































