Kiat Sukses Didiet Maulana Setelah 10 Tahun Bangun Brand Busana Kain Indonesia

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 31 Jul 2021 14:00 WIB
Didiet Maulana Didiet Maulana. Foto: Instagram @didietmaulana
Jakarta -

Berawal dari sebuah mimpi, desainer Didiet Maulana memberanikan diri untuk membangun IKAT Indonesia. Sepuluh tahun kemudian, jenama yang mulanya fokus menggarap pakaian yang mengangkat keindahan wastra Nusantara itu berkembang dan merambah ranah di luar fashion.

Didiet Maulana merefleksikan perjalanan kariernya sebagai perancang sekaligus pengusaha saat merayakan 10 tahun berdirinya IKAT Indonesia, Kamis (29/7/2021).

Berlangsung secara virtual, hajatan tersebut tak cuma dihadiri awak media tapi juga ratusan kolega, muse, pelanggan setia, dan rekan bisnisnya. Sejumlah wajah tak asing yang terlihat di antaranya Najwa Shihab, Mien Uno, Cathy Sharon dan Mike Lewis.

Kehadiran para tamu yang datang dari generasi berbeda itu membuktikan keberhasilan Didiet merealisasikan visinya, yakni mempopulerkan tenun dalam bentuk busana kekinian. Seperti pebisnis lainnya, ia juga melalui banyak jatuh-bangun.

Pria 39 tahun itu pun tak dapat menahan tangis haru ketika video kolase perjalanan satu dekade IKAT Indonesia dari 2011 diputar. "Sepuluh tahun lalu kami bermimpi. Saya teringat kata Bung Karno, mimpilah setinggi-tingginya. Meski pun jatuh, kita akan jatuh di tengah bintang-bintang," kata Didiet Maulana.

Dari IKAT Indonesia yang berkonsep busana siap pakai, lahir Svarna untuk busana pesanan khusus (custom-made). Setelah itu Didiet memperkenalkan lini busana seragam, Sarupa. Selebriti lokal, ratu kecantikan internasional, hingga para menteri sudah pernah memakai karyanya.


Asam-garam berbisnis sudah dirasakan lulusan arsitektur Universitas Parahyangan itu. Salah satu pelajaran penting yang dipetik Didiet dari perjalanan 10 tahun IKAT Indonesia adalah pentingnya passion untuk membakar semangat dalam berkarya. "Ibaratnya brand itu kendaraan, dan passion itu bahan bakar semangat atau BBS. Kalau bensin jumlahnya terbatas, BBS tidak karena pemberian Tuhan," katanya.


Ia juga belajar bahwa kegagalan bukanlah lawan kesuksesan, melainkan jalan menuju kesuksesan. Perspektif Didiet tentang rezeki pun berubah. "Awalnya saya pikir rejeki itu terbatas sehingga harus dikejar terus sampai akhirnya malah jatuh sakit. Namun sebenarnya, ketika melakukan sesuatu dari hati dengan tulus, maka pintu-pintu rezeki akan terbuka," jelasnya.


Tak lupa pula ia berusaha menjadi pintu rezeki bagi orang lain dengan berbagi ilmu. Di tengah kesibukannya mengurusi IKAT Indonesia, Didiet Maulana rutin melakukan pelatihan yang melibatkan para perajin lokal di berbagai daerah. Bahkan saat pandemi sekalipun, ia tetap mengadakannya secara online.


Menandai 10 tahun IKAT Indonesia, Didiet Maulana memperkenalkan pencapaian terbarunya. Sebuah lini dekorasi rumah dan selfcare bernama Griya by IKAT Indonesia resmi diluncurkan. Salah satu produk yang ditawarkan adalah rangkaian produk teh berbahan alami dari bumi Indonesia.

"Ketika masih ada di sini, masih bisa berkarya dengan tim yang sama sejak 10 tahun lalu, juga orang-orang baru yang kemudian jadi tim solid, adalah pencapaian yang paling saya banggakan. Bangga sekali bisa melihat bagaimana perahu IKAT masih dapat berlayar dan menebarkan kebaikan untuk orang-orang di sekitar," tambahnya.



Simak Video "Didiet Maulana Rancang Busana untuk Awak Kabin Garuda"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)