Bikin Iri, Bos Bumble Beri Seminggu Cuti Berbayar untuk Atasi Stres COVID-19

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 23 Jun 2021 11:10 WIB
Whitney Wolfe Herd Foto: Instagram Whitney Wolfe Herd
Jakarta -

Bos aplikasi kencan Bumble kembali melakukan gebrakan. Setelah menjadi wanita termuda dengan perusahaan yang go-public di Amerika, Whitney Wolfe Herd kini memberikan tambahan cuti seminggu untuk semua pegawainya. Hal tersebut dilakukan agar para pekerja bisa mengatasi stres kerja sehingga mereka bisa fokus pada diri sendiri untuk sementara waktu. Langkah 'dramatis' ini pun mengundang perhatian dan pujian.

Pemberian cuti selama seminggu diungkapkan oleh seorang senior eksekutif Bumble di Twitter. Dikatakan jika Whitney sendirilah yang berinisiatif untuk memberikan waktu kepada para pekerjanya di seluruh dunia agar bisa mengatasi 'burnout'. Hal ini tentu mendapat sambutan positif dari karyawan Bumble.

"@WhitWolfeHerd memberikan semua 700an karyawannya cuti seminggu berbayar, dia punya intuisi yang benar mengenai kelelahan kita bersama. Di Amerika Serikat terutama, di mana hari libur dikenal langka, ini adalah sesuatu yang besar," tulis head of editorial content, Clare O'Connor di Twitter pada Senin lalu.

whitney Wolfe Herdwhitney Wolfe Herd Foto: Instagram @whitney

Di Amerika biasanya pekerja diberi cuti 10 hari. Karena itu kebijakan untuk menambah hari libur berbayar membuat karyawan Bumble senang terlebih tidak dipotong gaji. Kebijakan tersebut tampaknya diambil setelah melihat bagaimana para karyawan bekerja keras hingga menjadikannya miliuner termuda dengan perusahaan go-public di usia 31 pada awal tahun ini.

Terlebih karena munculnya pandemi yang membuat banyak orang mengalami tekanan, langkah ini semakin diapresiasi. Para pekerja Bumble kini tengah libur sampai 28 Juni.

"Seperti semua orang, tim global kami merasakan waktu yang sangat menantang selama pandemi. Tingkat vaksin sudah meningkat dan pembatasan telah dikurangi, kami ingin memberikan tim kami di dunia kesempatan untuk libur dan fokus pada diri sendiri," kata perwakilan Bumble.

'Burn-out' atau kelelahan karena kerja sendiri telah diakui oleh WHO sebagai fenomena okupasi yang disebabkan karena stres kronis di tempat kerja yang tidak bisa diatasi dengan baik. Umumnya hampir setiap orang pernah mengalami hal ini terutama saat banyak tuntutan atau tantangan. Beberapa gejala dari kondisi tersebut antara lain kelelahan, kehilangan semangat, sinis terhadap pekerjaan, hingga kurang produktif.

(ami/ami)