Kasihan, Dokter 88 Tahun Ini Tak Bisa Pensiun Demi Hidupi Dua Anak Usia 50-an

Hestianingsih - wolipop Rabu, 14 Apr 2021 14:57 WIB
Desperate man sitting in the tunnel. Foto: Getty Images/baona
Jakarta -

Bapak tiga anak ini seharusnya sudah menikmati masa pensiun di usianya yang menginjak 88 tahun. Namun demi anak, pria asal Jepang ini masih harus kerja banting tulang.

Toshio Yamashita berprofesi sebagai dokter yang membuka praktek di kliniknya sendiri. Alih-alih menjalani masa tua dengan tenang, dia masih harus bekerja, karena masing harus menghidupi dua anak perempuannya yang berusia 50 tahun lebih.

Seperti diberitakan Oriental Daily, Toshio memiliki satu putra dan dua putri. Dia mengelola klinik kesehatan, di mana kedua putrinya juga ikut bekerja.

Masalahnya, dua putriny tersebut tidak punya pengalaman kerja selain membantu di klinik ayahnya. Mereka bahkan tidak mencoba mencari kerja sambilan di tempat lain. Sehingga di usia 50-an keduanya juga tidak memiliki keahlian lain.

Mereka sempat mengikuti latihan kejuruan namun gagal menerima sertifikasi dan izin kerja. Akhirnya mereka pun kembali mengandalkan klinik sang ayah sebagai mata pencaharian.

Satu hal yang dikhawatirkan Toshio, ketika dia meninggal dunia dan kliniknya tutup, bagaimana nasib kedua putrinya kelak? Mereka akan jadi pengangguran di usia senja tanpa keahlian khusus yang bisa digunakan.

Toshio sebenarnya memiliki satu putra lulusan sekolah dokter dan kini bekerja di sebuah rumah sakit besar. Tapi setiap kali dia meminta putranya untuk mengambil alih klinik, selalu ditolak.

Alasannya karena anaknya --atau cucu Toshio-- baru masuk TK dan memerlukan biaya pendidikan yang besar ke depannya nanti. Menurut putranya, penghasilan dari bekerja di rumah sakit lebih besar ketimbang mengurus klinik Toshio.

Dia pun tidak bisa berbuat apa-apa selain merelakan waktu pensiunnya untuk bekerja. Toshio hanya berharap dua putrinya nanti bisa mencari jalan untuk menopang kehidupannya sendiri secepat mungkin, karena dia merasa hidupnya juga sudah diburu waktu karena usia.

(hst/hst)