Mengenal Ciri-Ciri Syair dan Contohnya

Faqihah Muharroroh Itsnaini - wolipop Sabtu, 27 Feb 2021 15:28 WIB
Self education concept. Young woman reading book, sitting on floor at home, panorama, free space Foto: iStock/Mengenal Ciri-Ciri Syair dan Contohnya
Jakarta -

Syair adalah puisi atau karangan sastra Melayu lama dengan bentuk terikat dan mementingkan irama sajak.

Syair secara bahasa berasal dari bahasa Melayu, yaitu Syu'ur yang artinya perasaan. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), syair adalah puisi lama yang tiap bait terdiri dari empat larik dan memiliki akhiran dengan bunyi yang sama.

Umumnya, syair adalah rangkaian kisah yang panjang. Semua baris merupakan isi, dan biasanya tidak selesai dalam satu bait karena isinya menceritakan sesuatu.

Pantun dan syair sama-sama termasuk ke dalam puisi lama. Namun, perbedaan dari keduanya adalah pada bunyi di akhir larik.

Kalau pantun, tiap bait biasanya terdiri dari empat baris dan bersajak atau memiliki bunyi akhir a-b-a-b. Sedangkan syair yang tiap baitnya terdiri dari empat baris, memiliki bunyi akhir yang sama.

Lalu, bagaimana ciri-ciri syair secara lengkap?

Berikut Ciri-ciri Syair dilansir Sumber Belajar Kemendikbud:

1. Setiap bait terdiri atas empat baris
2. Setiap baris terdiri dari 8-14 suku kata
3. Bersajak a-a-a-a
4. Semua baris adalah isi
5. Bahasanya adalah kiasan
6. Isi syair berupa nasihat, petuah, dongeng, atau cerita
7. Setiap baris dalam syair mempunyai makna yang berkaitan dengan baris-baris terdahulu
8. Semua baris merupakan isi.

Selain ciri-ciri syair https://www.detik.com/tag/ciri-ciri-syair, seperti apa kaidah kebahasaan syair?

a. Menggunakan kalimat untuk menyapa (kata seru: Hai, Wahai, dsb).
b. Menggunakan kalimat perintah terhadap yang dinasihati (pembaca).
c. Memakai kalimat sebab-akibat yang akan ditemui jika melakukan apa yang diperintahkan pada larik sebelumnya.
d. Pilihan kata yang digunakan bersifat simbolik dan ungkapan lama.
e. Pemilihan kata sangat indah dengan makna yang dalam.

Setelah memahami ciri-ciri syair dan kaidah kebahasaannya, perhatikan juga contoh syair berikut ini:

Perteguh jua alat perahumu

Hasilkan bekal air dan kayu

Dayung pengayuh taruh di situ

Supaya laju perahumu itu

Wahai muda, kenali dirimu

Ialah perahu tamsil hidupmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal hidupmu

Hai muda arif budiman

Hasilkan kemudi dengan pedoman

Alat perahumu jua kerjakan

Itulah jalan membetuli insan


Mudah, bukan? Pahami ciri-ciri syair dan kaidahnya agar bisa membedakan berbagai jenis puisi lama, ya.



Simak Video "Ayu Maulida Putri Bicara soal Hari Kartini dan Wanita"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)